APBD Rp5,64 Triliun Dibakar Korupsi? Mimika Disebut Surga Mafia Anggaran di Tanah Papua”

Avatar photo

Tribun Nusantara

, 15 Mei 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

APBD Rp5,64 Triliun Dibakar Korupsi? Mimika Disebut Surga Mafia Anggaran di Tanah Papua”

“APBD Rp5,64 Triliun Dibakar Korupsi? Mimika Disebut Surga Mafia Anggaran di Tanah Papua”

MIMIKA, Tribunnusantara-web.id Kabupaten Mimika yang selama ini dikenal sebagai “daerah dolar” dan pusat tambang emas terbesar di Papua kini justru diterpa sorotan keras publik. APBD fantastis mencapai Rp5,64 triliun—tertinggi di Tanah Papua—dinilai tidak pernah benar-benar berubah menjadi kesejahteraan nyata bagi rakyat.

Sebaliknya, yang terus tumbuh justru dugaan korupsi, proyek mangkrak, permainan anggaran, dan tumpukan kasus yang seolah mengendap tanpa keberanian penegakan hukum.15/05/2026

Di tengah kekayaan alam yang luar biasa, rakyat masih menghadapi jalan rusak, air bersih yang minim, pelayanan kesehatan memprihatinkan, hingga pembangunan yang dinilai lebih banyak menguntungkan kelompok elite dan kroni kekuasaan.

“Uang triliunan habis ke mana? Rakyat masih hidup susah, tapi pejabat makin mewah,” ujar salah satu warga Mimika saat percakapan via telepon seluler, siang ini.

Kemarahan masyarakat kini tidak lagi hanya tertuju kepada pemerintah daerah, tetapi juga kepada aparat penegak hukum yang dianggap gagal total memberantas korupsi di Mimika.

Publik menilai banyak kasus besar hanya berhenti pada pemeriksaan dan pemberitaan media tanpa ujung yang jelas. Dugaan korupsi datang silih berganti setiap tahun, namun penanganannya dinilai seperti sandiwara tanpa keberanian menyentuh aktor utama di balik permainan anggaran.

“Kalau aparat serius, mafia APBD sudah lama ditangkap. Jangan sampai kasus korupsi cuma dijadikan ATM berjalan,” tegas warga tersebut.

Pernyataan itu mencerminkan keresahan masyarakat yang mulai kehilangan kepercayaan terhadap institusi penegak hukum. Sebab di mata publik, Mimika kini bukan lagi dikenal sebagai kabupaten kaya, melainkan wilayah yang disebut-sebut menjadi surga empuk mafia proyek dan mafia anggaran.

Sorotan publik semakin tajam karena besarnya APBD Mimika seharusnya mampu menghadirkan pembangunan inovatif dan kesejahteraan merata bagi Orang Asli Papua. Namun yang terlihat justru proyek gagal, bangunan terbengkalai, serta dugaan kebocoran anggaran yang terus menghantui setiap tahun.

Masyarakat mendesak aparat penegak hukum, baik kepolisian maupun kejaksaan, agar berhenti bermain aman dan segera membongkar dugaan jaringan korupsi yang disebut telah lama menggerogoti uang rakyat di Mimika.

“Jangan biarkan Mimika jadi ladang bancakan elite. APBD Rp5,64 triliun itu uang rakyat, bukan warisan keluarga pejabat,” ujar seorang tokoh masyarakat dengan nada kecewa.

Publik menilai, tanpa tindakan hukum yang tegas, transparan, dan berani, Mimika akan terus menjadi simbol ironi: daerah kaya raya di atas tanah emas, tetapi rakyatnya tetap menanggung penderitaan akibat korupsi yang merajalela.

"Pemburu Korup"