BUPATI MALUKU TENGGARA RESMIKAN ARCA KRISTUS RAJA SEMESTA ALAM DI WAIN, PESAN KUAT: “JANGAN HANYA JADI SIMBOL TANPA MAKNA”

Avatar photo

Tribun Nusantara

, 28 Mei 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

BUPATI MALUKU TENGGARA RESMIKAN ARCA KRISTUS RAJA SEMESTA ALAM DI WAIN, PESAN KUAT: “JANGAN HANYA JADI SIMBOL TANPA MAKNA”

BUPATI MALUKU TENGGARA RESMIKAN ARCA KRISTUS RAJA SEMESTA ALAM DI WAIN, PESAN KUAT: “JANGAN HANYA JADI SIMBOL TANPA MAKNA”

MALUKU TENGGARA Tribunnusantara-web.id — Suasana penuh khidmat dan sukacita mewarnai peresmian serta pemberkatan Arca Kristus Raja Semesta Alam di Kuasi Paroki Santo Paulus Wain, Ohoi Wain, Kabupaten Maluku Tenggara, Rabu (28/5/2026).

Peresmian arca tersebut dihadiri langsung Bupati Maluku Tenggara M. Thaher Hanubun bersama Yang Mulia Uskup Diosis Amboina, Monsinyur Inno Ngutra, unsur Forkopimda, pimpinan DPRD, jajaran pemerintah daerah, para pastor, frater, suster, tokoh umat, serta ratusan umat Katolik yang memadati lokasi kegiatan.

Dalam sambutannya, Bupati M. Thaher Hanubun menyampaikan bahwa kehadiran Arca Kristus Raja Semesta Alam bukan sekadar simbol keagamaan atau kebanggaan fisik semata, tetapi harus menjadi pusat doa, pengharapan, dan penguatan iman umat.

“Kehadiran arca ini jangan hanya menjadi simbol atau kebanggaan seremonial belaka. Arca ini harus menjadi tempat umat semakin dekat dengan Tuhan dan menghadirkan kasih dalam kehidupan sehari-hari,” tegas Bupati.

Bupati juga mengingatkan bahwa nilai keimanan harus tercermin dalam kehidupan sosial umat. Menurutnya, tidak ada makna dari megahnya tempat ziarah apabila kehidupan umat masih dipenuhi kebencian, perpecahan, dan hilangnya kepedulian terhadap sesama.

“Apa artinya menyebut Kristus sebagai Raja Semesta Alam kalau kehidupan masih dipenuhi amarah, dendam, dan hilangnya kasih terhadap sesama,” ujarnya di hadapan umat.

Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara, lanjut Bupati, menyambut baik pembangunan rumah ibadah maupun tempat ziarah sebagai bagian dari penguatan kehidupan rohani masyarakat.

Ia berharap Arca Kristus Raja Semesta Alam di Wain dapat menjadi pusat doa, tempat lahirnya kedamaian, serta memperkuat persaudaraan dan toleransi di tengah masyarakat Maluku Tenggara yang majemuk.

Sementara itu, Uskup Diosis Amboina Monsinyur Inno Ngutra dalam kesempatan tersebut turut memberkati Arca Kristus Raja Semesta Alam dan mengajak umat untuk menjadikan tempat ziarah itu sebagai ruang memperdalam iman dan mempererat persaudaraan.

Peresmian dan pemberkatan arca berlangsung penuh hikmat, diiringi doa bersama serta antusiasme umat Katolik Kuasi Paroki Santo Paulus Wain yang mengaku bersyukur atas terwujudnya taman ziarah tersebut.

Arca Kristus Raja Semesta Alam diharapkan menjadi salah satu pusat devosi dan wisata rohani baru di wilayah Maluku Tenggara, sekaligus simbol persatuan dan pengharapan bagi masyarakat setempat.

(Redaksi Tribunnusantara)