Dari Apel Pelepasan hingga Pesan “Kantin”: Arahan Humanis Danpas Brimob Usai Operasi Aman Nusa II di Aceh Tamiang

Avatar photo

Tribun Nusantara

, 01 Februari 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Dari Apel Pelepasan hingga Pesan “Kantin”: Arahan Humanis Danpas Brimob Usai Operasi Aman Nusa II di Aceh Tamiang

Aceh Tamiang, TribunNusantara.web.id |  Apel pelepasan Operasi Aman Nusa II di Kabupaten Aceh Tamiang, Kamis, menjadi penanda berakhirnya tugas kemanusiaan ratusan personel Korps Brimob Polri yang selama dua bulan terakhir membantu penanganan bencana banjir di wilayah tersebut. Namun lebih dari sekadar seremoni, apel ini meninggalkan pesan mendalam dari Danpas Brimob I Korbrimob Polri Brigjen Pol Anang Sumpena, S.H. kepada pasukannya.

Di hadapan 220 personel Pasukan Pelopor Korbrimob Polri dan 25 personel Satbrimob Polda Sumatera Selatan, Danpas Brimob membuka arahannya dengan ungkapan terima kasih yang tulus. Ia menekankan bahwa pengabdian para personel bukan sekadar tugas negara, melainkan wujud ketulusan membantu sesama anak bangsa yang tertimpa musibah.

“Terima kasih atas pengorbanan, keikhlasan, loyalitas, pengabdian, dan kesetiaan rekan-rekan semua dalam menjalankan tugas mulia ini,” ujar Anang di hadapan pasukan yang berbaris rapi.

Dua bulan penugasan, menurut Anang, bukanlah waktu yang singkat. Ia bahkan menyelipkan pesan personal yang mengundang senyum pasukan—khususnya bagi personel yang masih lajang. Dengan gaya khasnya, Danpas Brimob menyarankan agar urusan pribadi yang tertunda selama penugasan dibicarakan secara baik-baik dengan keluarga.

“Bagi yang bujangan dan sudah dapat kenalan, bicarakan baik-baik dengan keluarganya. Kalau perlu, ajak komandannya untuk meyakinkan orang tua dan keluarga rekanita,” ucapnya, disambut tawa dan tepuk tangan.

Namun perhatian Anang tak berhenti pada aspek personal. Ia menyoroti dampak kehadiran Brimob terhadap denyut ekonomi lokal Aceh Tamiang. Selama satu bulan terakhir, kata dia, roda perekonomian daerah mulai bergerak kembali—ditandai dengan aktifnya pasar, warung kopi, toko, hingga layanan perbankan dan ATM.

Dalam konteks itu, Anang melontarkan pesan yang langsung menjadi perhatian pasukan: “Kantin.” Ia meminta seluruh personel memastikan tidak meninggalkan persoalan, termasuk urusan utang-piutang kecil selama bertugas.

“Kalau ada sangkutan, segera diselesaikan. Kalau tidak mampu, bonnya kasih saya,” katanya setengah berseloroh, setengah serius—sebuah pesan sederhana tentang tanggung jawab dan etika personel Polri di tengah masyarakat.

Menjelang akhir arahan, Danpas Brimob mengingatkan pasukannya agar berhati-hati selama perjalanan kembali ke satuan masing-masing. Ia juga menitipkan salam hormat kepada jajaran pimpinan Korps Brimob Polri, mulai dari Dankor Brimob, Wadankor, hingga para komandan satuan.

Pesan penutupnya disampaikan dengan nada tegas namun penuh makna. Anang mengingatkan seluruh personel untuk senantiasa menjaga kehormatan diri dan institusi.

“Jaga perkataan kita, jaga perbuatan kita, dan jaga hati kita. Tiga unsur ini kita jaga, insyaallah kita selamat di dunia dan di akhirat,” ujarnya, menutup arahan dengan doa.

Apel pelepasan itu bukan hanya menandai selesainya Operasi Aman Nusa II, tetapi juga memperlihatkan wajah Brimob sebagai pasukan yang tak hanya hadir dengan kekuatan, melainkan juga dengan empati, kedekatan, dan tanggung jawab sosial di tengah masyarakat.