DPRD Expo 2026 Ditutup, Perputaran Uang Tembus Rp320 Juta. Ketua DPRD: “Gedung Ini Akan Jadi Rumah Rakyat”
AMBON,Tribun-nusantara.web.id. DPRD Kota Ambon Expo 2026 resmi ditutup Kamis (3/9/2026) di halaman Kantor DPRD Kota Ambon, Jl. Rijali. Selama 2 hari pelaksanaan, ajang ini mencatatkan perputaran uang hingga Rp320 juta dan diprediksi tembus Rp400 juta*setelah diperpanjang sehari khusus UMKM.
Penutupan dipimpin langsung *Ketua DPRD Kota Ambon Maurits Tamaella*. Turut hadir Pimpinan dan Anggota DPRD, perwakilan OJK Provinsi Maluku, Direktur Bank Maluku dan Malut, perwakilan Kanwil Kemenkumham Maluku, seluruh staf DPRD, serta para pelaku UMKM dan ekonomi kreatif.
Maurits menegaskan, DPRD Expo yang kini memasuki tahun ke-3 pada periode 2024-2029 adalah wujud komitmen lembaga legislatif untuk hadir lebih dekat dengan masyarakat.
“Komitmen kami pertama, mendekatkan wakil rakyat dengan rakyat. Expo ini salah satu bentuknya. DPRD memang berasal dari rakyat, untuk rakyat, dan selalu bersama rakyat,” ujar Maurits.
Ia bersyukur kegiatan tahun ini berjalan meriah dan mendapat antusias tinggi dari warga. “Puji syukur, atas kerja sama pimpinan, anggota, dan seluruh staf, pelaksanaan expo periode demi periode semakin meriah. Expo 2026 luar biasa, baik dari sisi persiapan maupun keterlibatan warga Kota Ambon,” katanya.
Hingga pukul 17.00 WIT Kamis, Maurits menyebut total transaksi di expo sudah mencapai Rp320 juta.
“Untuk 2 hari sampai jam 5 sore tadi. Kita harus real menyampaikan ke publik,” tegasnya.
Sebagai bentuk dukungan kepada UMKM, DPRD bersama Sekretariat DPRD memutuskan memperpanjang stan hingga Jumat (4/9/2026). Perpanjangan ini bertepatan dengan Paripurna Istimewa HUT Kota Ambon ke-451.
Jamuan makan Patita dan Vivia pada paripurna ditiadakan. Sebagai gantinya, tamu undangan diajak menikmati produk UMKM yang ada.
“Secara otomatis diprediksi bisa tembus angka Rp400 juta untuk besok. Kami ingin semua tamu undangan bisa bersama-sama menikmati UMKM,” jelasnya.
Poin paling tajam dari sambutan Maurits adalah rencana menjadikan Kantor DPRD Kota Ambon sebagai “Rumah Rakyat yang sebenar-benarnya”.
“Kami berkomitmen merancang gedung rakyat ini. Beberapa bilik ruangan yang biasa dipakai rapat alat kelengkapan dewan dan paripurna, akan bisa digunakan rakyat untuk musyawarah, kesenian, dan lain-lain,” ujarnya.
Rencananya, halaman depan kantor akan dibuat *“Baileo Rakyat”*. Kegiatan serupa expo akan digelar rutin setiap bulan, minimal saat weekend Jumat-Sabtu-Minggu.
“Kita mencontoh beberapa daerah lain. Ini sangat positif. Tiap bulan rakyat bisa gunakan lokasi ini untuk kegiatan kesenian, rapat-rapat. Tidak ada ruang terpisah. Terbukti 2 hari ini tidak ada jarak antara kami dengan rakyat,” tegas Maurits.
Targetnya, konsep “Rumah Rakyat” ini bisa diterapkan penuh pada 2027.
Atas nama pimpinan dan seluruh anggota DPRD, Maurits menyampaikan terima kasih kepada seluruh sponsor yang telah mendukung kegiatan ini.
“Apa yang kami lakukan semata-mata hanya untuk rakyat,” katanya.
Ia juga mengajak warga Kota Ambon untuk datang langsung besok dalam rangkaian HUT ke-451. Di akhir sambutan, ia memohon maaf jika selama pelaksanaan ada hal yang kurang berkenan.
“Mungkin itu saja. Atas nama panitia penyelenggara kami mohon maaf apabila ada yang kurang berkenan. Kiranya Tuhan memberkati kita sekalian,” tutupnya.
(H.R)








































Komentar via Facebook