Generasi Baru di Pucuk Banteng: Formasi DPC PDI Perjuangan Maluku Tenggara 2025–2030
Langgur, TribunNusantara.web.id | Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan menata kembali barisan di Kabupaten Maluku Tenggara. Melalui surat keputusan Dewan Pimpinan Pusat, kepengurusan Dewan Pimpinan Cabang untuk periode 2025–2030 resmi ditetapkan. Formasi baru ini memperlihatkan percampuran yang tegas antara figur senior dan kader muda, seolah menegaskan strategi partai menghadapi kontestasi politik lima tahun ke depan.
Di pucuk kepemimpinan, Stepanus Layanan tetap dipercaya sebagai Ketua DPC. Politikus yang kini menjabat Ketua DPRD Kabupaten Maluku Tenggara itu menjadi poros konsolidasi partai setelah kemenangan pada Pemilu Legislatif 2024. Di kanan kirinya, dua nama yang juga aktif di parlemen daerah mengisi posisi inti: Rosmitha Indah Lestari sebagai sekretaris dan Abdul Gani Hanubun sebagai bendahara.
Penunjukan Rosmitha menjadi sorotan tersendiri. Kader muda ini baru mencuri perhatian publik saat Pemilu DPRD 2024. Dalam waktu singkat, ia tidak hanya terpilih sebagai anggota legislatif, tetapi juga dipercaya menjadi Ketua Fraksi PDI Perjuangan di DPRD. Kini, ia naik ke panggung organisasi, mendampingi kepemimpinan partai di tingkat cabang.
Komposisi inti yang seluruhnya diisi anggota DPRD aktif memperlihatkan model kepengurusan yang bertumpu pada kekuatan politik elektoral. Stepanus memimpin parlemen daerah, Rosmitha memegang kendali fraksi, sementara Abdul Gani menjabat Ketua Komisi I. Struktur ini seakan dirancang untuk memastikan garis partai tetap lurus antara parlemen dan organisasi.
Namun, wajah kepengurusan tidak hanya diwarnai kader muda. Sejumlah figur senior masih diberi peran strategis. Frits J.J. Tapotubun mengisi posisi Wakil Sekretaris Internal, Muhammad Renngur dipercaya sebagai Ketua Kehormatan Partai, sementara Antonius Renmeuw, Abdullah Notanubun, dan Xaverius Hendrik Ikanubun masing-masing menangani bidang organisasi, pemerintahan, serta keagamaan.
Di sisi lain, regenerasi tetap berjalan. Nama-nama muda seperti Leo Yupiter Rahayaan, Moh. Taher Watubun, dan Sterralove Tapotubun masuk dalam jajaran pengurus harian. Mereka bergabung bersama wajah baru seperti Kristiforus N. Safsafubun dan Dhea Trelent J. Rahakbauw yang diberi tanggung jawab pada bidang ketenagakerjaan serta program.
Struktur kepengurusan juga diperkaya dengan tokoh-tokoh masyarakat dari berbagai latar belakang. Maximus Bukutubun mengurus sektor ekonomi, budaya, dan pendidikan. Cherisyanti M. Tjoanda dipercaya di bidang pemenangan pemilu. Maria Theresia Ngamelubun menangani isu kesehatan dan perlindungan perempuan serta anak, sementara Paulina Rumangun mengurus sektor industri dan UMKM.
Nama lain yang turut mengisi formasi adalah Kenedi Ubro di bidang ekonomi kreatif dan digital, Victor A. Tharob pada sektor pertanian dan kelautan, Jeane G. Labetubun di bidang ideologi dan kaderisasi, serta Yordan George Efruan yang membidangi politik dan reformasi hukum.
Formasi ini memperlihatkan satu pesan yang cukup jelas: PDI Perjuangan Maluku Tenggara tidak sekadar mempertahankan kekuatan lama, tetapi juga membuka ruang bagi kader muda dan unsur masyarakat. Dengan komposisi demikian, partai banteng moncong putih itu tampak bersiap menghadapi dua medan sekaligus—konsolidasi internal dan pertarungan elektoral yang semakin kompetitif.
Bagi publik Maluku Tenggara, susunan ini menjadi penanda arah politik lokal lima tahun mendatang. Bagi PDI Perjuangan, ini adalah ujian apakah perpaduan pengalaman dan energi baru benar-benar mampu menjaga kemenangan, atau justru melahirkan dinamika baru di tubuh partai.
(Evav)








































Komentar via Facebook