KNPI JANGAN JADI PANGGUNG ELIT!” — ELOIS KEMONG M DIDORONG JADI SIMBOL PERLAWANAN PEMUDA MIMIKA
“KNPI JANGAN JADI PANGGUNG ELIT!” — ELOIS KEMONG M DIDORONG JADI SIMBOL PERLAWANAN PEMUDA MIMIKA
TIMIKA, Tribunnusantara-web.id — Di tengah kekecewaan sebagian kalangan muda terhadap organisasi kepemudaan yang dinilai mulai kehilangan arah dan keberpihakan kepada rakyat, nama Elois Kemong M kini mencuat sebagai figur muda yang dianggap berani, kritis, dan layak memimpin Komite Nasional Pemuda Indonesia Mimika.
Banyak pemuda menilai KNPI tidak boleh lagi hanya menjadi panggung bagi kepentingan elit dan kelompok tertentu, sementara suara anak-anak asli daerah terus tenggelam di tanahnya sendiri.14/05/2026
Dalam situasi itu, Elois Kemong M dinilai hadir membawa semangat perlawanan terhadap ketidakpedulian, ketimpangan, dan matinya ruang perjuangan pemuda di Mimika.
Sebagai tokoh muda intelektual, ia dianggap memiliki keberanian untuk berbicara tentang nasib generasi muda, pengangguran, pendidikan, hingga hak-hak masyarakat adat Amungme dan Kamoro yang selama ini dinilai belum sepenuhnya mendapat perhatian serius.
“KNPI harus kembali menjadi rumah perjuangan pemuda, bukan tempat berburu jabatan dan kepentingan politik kelompok,” ujar salah satu tokoh pemuda Mimika.
Elois Kemong M disebut sebagai figur yang memahami keresahan anak muda Mimika—mulai dari minimnya ruang kerja, lemahnya pemberdayaan, hingga semakin tersingkirnya anak-anak asli Papua dalam persaingan ekonomi di daerah sendiri.
Tidak sedikit kalangan muda menilai, KNPI selama ini terlalu sering diam terhadap berbagai persoalan sosial yang menekan masyarakat bawah. Karena itu, dibutuhkan pemimpin yang tidak takut bersuara dan berani berdiri bersama rakyat.
Selain dikenal kritis, Elois juga dinilai memiliki kepedulian kuat terhadap perlindungan hak-hak Orang Asli Papua, khususnya suku Amungme dan Kamoro, yang menjadi pemilik hak ulayat di wilayah Mimika.
Bagi sebagian pemuda, kepemimpinan KNPI ke depan tidak cukup hanya diisi seremoni dan kegiatan formal belaka, tetapi harus menjadi motor perjuangan generasi muda dalam menuntut keadilan sosial, pendidikan, kesempatan kerja, dan keterlibatan nyata dalam pembangunan daerah.
“Kalau KNPI hanya dipakai sebagai alat kepentingan elit, maka organisasi itu akan kehilangan marwahnya di mata pemuda,” tegas seorang aktivis muda Mimika.
Dorongan terhadap Elois Kemong M pun terus menguat sebagai simbol lahirnya generasi muda Mimika yang ingin melihat perubahan nyata, keberanian moral, dan organisasi kepemudaan yang tidak tunduk pada kepentingan kekuasaan.
Di mata banyak pemuda Mimika, momentum ini bukan sekadar soal memilih ketua KNPI, tetapi tentang menyelamatkan masa depan generasi muda Papua agar tidak terus menjadi penonton di atas tanahnya sendiri.
(*****)








































Komentar via Facebook