Miras Bertambah di Mimika, Publik Curiga Pemkab Jadikan Alkohol Mesin PAD Mimika Tribunnusantara-web.id – Di tengah tingginya kasus kriminalitas, kecelakaan, kekerasan, dan gangguan keamanan yang ker
Miras Bertambah di Mimika, Publik Curiga Pemkab Jadikan Alkohol Mesin PAD
Mimika Tribunnusantara-web.id – Di tengah tingginya kasus kriminalitas, kecelakaan, kekerasan, dan gangguan keamanan yang kerap dikaitkan dengan pengaruh alkohol, Pemerintah Kabupaten Mimika justru dinilai semakin membuka kran bisnis minuman keras (miras).28/05/2026
Jika sebelumnya hanya terdapat dua pemasok besar, kini jumlah distributor miras di Mimika bertambah menjadi empat. Kebijakan itu langsung memicu gelombang kritik dan kecurigaan publik.
Masyarakat mempertanyakan, apakah Pemkab Mimika kini mulai menjadikan miras sebagai mesin Pendapatan Asli Daerah (PAD), meski dampak sosialnya terus menghantui masyarakat setiap hari.
Tokoh masyarakat Mimika, Yohanis Kemong, menilai langkah pemerintah tersebut sangat tidak sensitif terhadap kondisi sosial daerah yang hingga kini masih dipenuhi berbagai persoalan mendasar.
“Masih banyak masalah rakyat yang belum mampu diselesaikan Bupati dan Wakil Bupati, tapi urusan izin jual miras justru sangat cepat. Pertanyaannya, apakah miras ini solusi supaya Mimika aman dan damai?” tegas Yohanis Kemong.
Menurutnya, kebijakan itu memperlihatkan kontradiksi serius dalam arah pembangunan daerah. Di satu sisi pemerintah berbicara soal penyelamatan generasi muda, keamanan, dan penertiban miras ilegal. Namun di sisi lain, jumlah investor alkohol justru terus bertambah.
“Pemkab sebenarnya mau bawa Mimika ke arah mana? Yang dipermudah kenapa bisnis miras? Apakah sudah tidak ada lagi investasi yang lebih sehat dan bermartabat untuk rakyat?” kritiknya.
Kritik tersebut bukan tanpa dasar. Selama ini aparat keamanan berulang kali menggelar operasi pemberantasan sopi dan miras ilegal karena dianggap menjadi pemicu utama berbagai tindak kriminal di Mimika. Ironisnya, saat masyarakat berharap ada pembatasan, pemerintah justru dianggap memberi karpet merah bagi pemain baru bisnis alkohol.
Situasi itu memunculkan persepsi liar di tengah masyarakat bahwa peningkatan PAD kini lebih diprioritaskan dibanding keselamatan sosial warga.
Padahal di sejumlah wilayah Mimika, masyarakat masih bergulat dengan kemiskinan, pengangguran, konflik sosial, hingga pelayanan dasar yang belum maksimal. Karena itu, publik mempertanyakan urgensi pemerintah mempercepat izin usaha miras dibanding menyelesaikan kebutuhan mendasar rakyat.
“Kalau orientasi PAD hanya mengandalkan miras, maka pemerintah sedang mempertaruhkan masa depan Mimika demi uang jangka pendek,” ujar salah satu warga Timika.
Masyarakat kini mendesak Bupati dan Wakil Bupati Mimika untuk terbuka menjelaskan kepada publik mengenai alasan penambahan investor miras, kontribusinya terhadap PAD, mekanisme pengawasan distribusi, hingga langkah konkret mencegah dampak sosial yang ditimbulkan.
Sebab bagi banyak warga, persoalan miras bukan sekadar bisnis, melainkan ancaman nyata terhadap keamanan lingkungan, moral sosial, dan masa depan generasi muda Mimika.
(Redaksi Tribunnusantara)








































Komentar via Facebook