Oknum Pendeta RB Bantah Isu Bawa Kabur Istri Orang: “Itu Fitnah dan Penuh Rekayasa”

Avatar photo

Tribun Nusantara

, 17 Oktober 2025

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Oknum Pendeta RB Bantah Isu Bawa Kabur Istri Orang: “Itu Fitnah dan Penuh Rekayasa”

Tanimbar, TribunNusantara.web.id |  Terkait pemberitaan media ini pada 7 September 2025 berjudul “Heboh di Tanimbar, Istri Menghilang Diduga Bersama Seorang Pendeta”, kini pihak yang disebut dalam berita tersebut, yakni Pendeta berinisial RB, angkat bicara.

Kepada Tribun Nusantara, Jumat, 17 Oktober 2025, RB yang merupakan gembala di Gereja Pantekosta Serikat Di Indonesia (GPSDI) membantah tegas tuduhan bahwa dirinya membawa kabur seorang perempuan berinisial KL, yang disebut sebagai istri dari WM.

“Informasi yang beredar itu tidak benar dan menyesatkan. Pernyataan sumber berita sebelumnya merupakan kebohongan publik yang merugikan saya secara pribadi, juga jemaat GPSDI,” ujar RB.

Menurut RB, keberangkatannya bersama KL menuju Manado untuk menghadiri kegiatan Sinode GPSI se-Indonesia sudah disampaikan secara terbuka di hadapan jemaat. Bahkan, kata dia, suami KL dan salah satu sumber berita, Pdt. Yusak Weriratan, turut hadir saat pelepasan keberangkatan di pelabuhan Saumlaki.

“Perjalanan itu resmi dan diketahui banyak pihak. Saya dan KL bahkan tinggal di tempat berbeda selama di Manado — saya bersama rekan-rekan pendeta dari Toraja, sementara KL dan anaknya tinggal bersama seorang pendeta perempuan di Manado,” terang RB.

Ia menilai isu yang menyebut dirinya dan KL “menghilang” adalah fitnah yang dilatarbelakangi rasa sakit hati dari sesama rekan pelayanan.

RB juga mengaku terkejut ketika mengetahui adanya surat pemberhentian dirinya sebagai pelayan, padahal belum sempat mengikuti kegiatan Sinode tersebut hingga akhirnya kembali ke Ambon.

Sementara itu, KL yang disebut dalam pemberitaan sebelumnya juga memberikan klarifikasi. Ia menegaskan, hubungan rumah tangganya dengan suaminya, WM, dalam keadaan baik saat keberangkatan ke Manado. Bahkan, sang suami ikut mengantarnya hingga pelabuhan.

“Saat saya tahu ada berita itu, saya langsung hubungi suami saya. Tapi dia bilang tidak tahu apa-apa soal berita itu,” ujar KL.

KL berharap, pemberitaan klarifikasi ini dapat memulihkan nama baik RB yang telah tercemar akibat informasi yang disebutnya tidak berdasar dan penuh rekayasa.

“Kami berharap kebenaran ini dipahami publik, agar nama baik seorang pelayan Tuhan tidak rusak hanya karena fitnah,” tutup KL.

 

(JCS)