Sedekah Bumi Ingkung Damar Murup, Warga Bangsri Lestarikan Warisan Leluhur Penuh Makna Jepara Tribunnusantara-web.id – Tradisi Sedekah Bumi Ingkung Damar Murup kembali digelar masyarakat Desa Bangsri
Sedekah Bumi Ingkung Damar Murup, Warga Bangsri Lestarikan Warisan Leluhur Penuh Makna
Jepara Tribunnusantara-web.id – Tradisi Sedekah Bumi Ingkung Damar Murup kembali digelar masyarakat Desa Bangsri, Kecamatan Bangsri, Kabupaten Jepara, sebagai bentuk rasa syukur sekaligus upaya melestarikan warisan budaya leluhur yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Kegiatan yang berlangsung di Alun-Alun Bangsri pada Jumat malam (29/5/2026) itu dihadiri Petinggi Desa Bangsri Sunaryo beserta perangkat desa, unsur Forkopimcam, BPD, RT, RW, tokoh masyarakat, insan media, dan tamu undangan lainnya.
Prosesi ruwatan desa dipimpin oleh KRT Hendro Suryo Kartiko yang membawakan doa-doa dan kidung tradisional dengan penuh khidmat. Suasana sakral terasa ketika lantunan doa mengiringi harapan masyarakat agar desa senantiasa diberi keselamatan, keberkahan, dan dijauhkan dari segala mara bahaya.
Petinggi Desa Bangsri, Sunaryo, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur kepada Allah SWT atas kesehatan dan kesempatan yang diberikan sehingga masyarakat dapat kembali melaksanakan tradisi Sedekah Bumi Ingkung Damar Murup.
“Tradisi ini merupakan warisan leluhur yang harus terus dijaga dan dilestarikan. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat dan para sponsor yang telah berpartisipasi. Semoga Desa Bangsri selalu diberikan keselamatan, kemakmuran, serta menjadi desa yang gemah ripah loh jinawi, tata titi tentrem karta raharja,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi keterlibatan perwakilan dari 17 RW yang bergotong royong menyukseskan acara tersebut sebagai wujud kebersamaan, kekeluargaan, dan kerukunan warga.
Usai prosesi doa dan ruwatan, masyarakat bersama-sama menikmati hidangan ingkung dan makanan yang dibawa masing-masing. Tradisi makan bersama tersebut menjadi simbol rasa syukur atas hasil bumi dan kesuburan tanah yang telah memberikan kehidupan bagi masyarakat setempat.
Bagi warga Bangsri, Damar Murup bukan sekadar ritual budaya, melainkan simbol semangat baru untuk membangun desa yang lebih maju, harmonis, dan sejahtera tanpa meninggalkan nilai-nilai kearifan lokal yang diwariskan para leluhur.
Tradisi ini menjadi bukti bahwa pelestarian budaya tidak hanya menjaga identitas daerah, tetapi juga memperkuat persatuan dan kebersamaan masyarakat di tengah perkembangan zaman.Penulis: Hani K.








































Komentar via Facebook