Terungkap Modus Bejat Oknum Kiyai di Pati: Dalih “Transfer Ilmu” hingga Paksa Santri Telan Sperma

Avatar photo

Tribun Nusantara

, 08 Mei 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Terungkap Modus Bejat Oknum Kiyai di Pati: Dalih “Transfer Ilmu” hingga Paksa Santri Telan Sperma

Terungkap Modus Bejat Oknum Kiyai di Pati: Dalih “Transfer Ilmu” hingga Paksa Santri Telan Sperma

Jateng, Tribunnusantara-web.id Kasus dugaan pelecehan seksual yang menyeret seorang oknum kiyai pengasuh pondok pesantren di Pati terus memicu kemarahan publik.07/05/2026              

Di balik kedok agama dan ritual spiritual, tersangka diduga menjalankan praktik menyimpang terhadap para santri dengan modus “transfer ilmu” dan janji sanad keilmuan.

Fakta-fakta mengejutkan itu diungkap langsung oleh korban bersama kuasa hukumnya, Ali Yusron, dalam tayangan podcast milik Denny Sumargo.

Korban mengaku tersangka Ashari (52) memanfaatkan statusnya sebagai guru spiritual untuk mencuci otak para santri. Dengan dalih agar memperoleh ilmu yang “berkah”, diakui sebagai umat Nabi, hingga mendapatkan sanad thoriqoh, korban diarahkan mengikuti ritual menyimpang yang berujung pada tindakan asusila.

Yang paling mengerikan, korban mengungkap adanya ritual “transfer ilmu” di mana pelaku memaksa korban mengemut alat kelaminnya hingga menelan sperma.

Tersangka disebut meyakinkan korban bahwa sperma tersebut bukan najis, melainkan media penurunan “ilmu guru thoriqoh” agar jiwa murid tersambung dengan garis para wali.

Tak hanya itu, korban juga diduga ditekan secara psikologis dengan ancaman spiritual.                          

Pelaku disebut menanamkan ketakutan bahwa murid yang menolak ritual tersebut akan menjadi “murid durhaka”, terputus sanad ilmunya, dan tidak mendapat syafaat di akhirat.

Kasus ini meledak setelah kisah para korban viral di media sosial dan menjadi sorotan publik.            

Tekanan masyarakat membuat aparat bergerak cepat memburu tersangka yang sempat kabur ke sejumlah daerah seperti Bogor, Jakarta, hingga Surakarta.

Pelarian Ashari akhirnya berakhir setelah polisi berhasil menangkapnya di wilayah Wonogiri pada Kamis (7/5/2026). Penangkapan dilakukan oleh jajaran Polresta Pati setelah memburu tersangka lintas kota.

Kuasa hukum korban menyebut jumlah pelapor diperkirakan terus bertambah. Bahkan, beberapa korban disebut mengalami kehamilan akibat dugaan perbuatan pelaku. Polisi kini mendalami kemungkinan adanya puluhan korban lain untuk memperkuat jeratan hukum maksimal terhadap tersangka.

Kasus ini kembali menjadi tamparan keras bahwa simbol agama dan kedok spiritual bisa disalahgunakan predator seksual untuk membungkam korban dan melancarkan aksi bejatnya.

(*****)