Wisuda ke-18 UNA’IM Yapis Wamena Kukuhkan 224 Lulusan, Tantangan Besar Menanti: SDM Unggul Harus Berdampak bagi Papua Pegunungan

Avatar photo

Tribun Nusantara

, 11 Oktober 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Wisuda ke-18 UNA’IM Yapis Wamena Kukuhkan 224 Lulusan, Tantangan Besar Menanti: SDM Unggul Harus Berdampak bagi Papua Pegunungan

Wisuda ke-18 UNA’IM Yapis Wamena Kukuhkan 224 Lulusan, Tantangan Besar Menanti: SDM Unggul Harus Berdampak bagi Papua Pegunungan

JAYAWIJAYA, PAPUA PEGUNUNGANTribunnusantara-web.id — Universitas Amal Ilmiah (UNA’IM) Yapis Wamena mengukuhkan 224 lulusan dalam Wisuda ke-18 Tahun Akademik 2025/2026 yang berlangsung di halaman kampus, Kabupaten Jayawijaya, Sabtu (10/10/2026). Momentum akademik ini tidak sekadar menandai keberhasilan mahasiswa menyelesaikan pendidikan tinggi, tetapi juga menjadi ujian bagi perguruan tinggi, pemerintah, dan dunia usaha dalam memastikan lahirnya sumber daya manusia (SDM) yang mampu menjawab kebutuhan pembangunan Papua Pegunungan.

Di tengah besarnya tantangan pembangunan di wilayah pegunungan Papua, pendidikan tinggi dituntut tidak hanya menghasilkan lulusan dengan gelar akademik, tetapi juga tenaga profesional, peneliti, wirausaha, dan pemimpin masa depan yang memiliki kompetensi, integritas, serta keberpihakan terhadap kepentingan masyarakat.

Prosesi wisuda berlangsung khidmat dan dihadiri unsur Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan, Pemerintah Kabupaten Jayawijaya, Majelis Rakyat Papua (MRP), Majelis Ulama Indonesia (MUI), TNI–Polri, pimpinan perbankan, perwakilan yayasan, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya.

224 Lulusan, Cerminan Peran Pendidikan Tinggi di Papua Pegunungan

Rektor UNA’IM Yapis Wamena, Dr. H. Rudihartono Ismail, S.Pd., M.Pd., CRA., CRP., dalam laporan akademiknya menyampaikan bahwa 224 wisudawan berasal dari berbagai jenjang pendidikan dan fakultas.

Rinciannya, 37 lulusan Magister Ilmu Manajemen, 88 lulusan Fakultas Ilmu Sosial, Politik dan Hukum, 65 lulusan Fakultas Ekonomi dan Bisnis, serta 34 lulusan Fakultas Sains dan Teknologi.

Pada Tahun Akademik 2025/2026, UNA’IM menerima 443 mahasiswa baru dengan jumlah mahasiswa aktif sekitar 1.450 orang. Angka tersebut menunjukkan keberlanjutan peran kampus dalam memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat Papua Pegunungan.

Namun, keberhasilan mencetak lulusan perlu diikuti dengan upaya memastikan kompetensi mereka sesuai kebutuhan dunia kerja dan pembangunan daerah. Tantangan sesungguhnya bukan berhenti pada jumlah mahasiswa yang diterima atau diwisuda, melainkan sejauh mana pendidikan yang ditempuh mampu meningkatkan produktivitas, membuka lapangan kerja, dan memperkuat kapasitas masyarakat lokal.

124 Publikasi Ilmiah dan 145 Hak Cipta, Inovasi Harus Menjangkau Masyarakat

Dalam bidang penelitian dan inovasi, Rektor melaporkan bahwa sepanjang 2026, dosen UNA’IM menghasilkan 124 publikasi ilmiah dan 145 hak cipta.

Kampus juga mengembangkan inovasi berbasis potensi lokal, antara lain pupuk berbahan buah merah, pengemasan kopi, serta pembuatan paving block dari sampah plastik.

Capaian tersebut menjadi modal penting bagi pengembangan perguruan tinggi yang tidak hanya berorientasi pada kegiatan akademik, tetapi juga menghasilkan pengetahuan dan teknologi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Meski demikian, publikasi ilmiah dan hak cipta perlu diikuti dengan langkah konkret agar hasil penelitian tidak berhenti sebagai dokumen akademik atau pencatatan kekayaan intelektual. Inovasi harus diuji manfaatnya, dikembangkan secara berkelanjutan, dan jika layak, diterapkan melalui kerja sama dengan petani, pelaku usaha, pemerintah daerah, serta komunitas masyarakat.

Dengan pendekatan tersebut, potensi lokal Papua Pegunungan dapat dikembangkan menjadi produk bernilai tambah yang membuka peluang ekonomi sekaligus memperkuat kemandirian masyarakat.

   Gubernur John Tabo Dorong Lulusan Berani Berwirausaha

Gubernur Papua Pegunungan, Dr. (H.C.) John Tabo, S.E., M.B.A., dalam sambutannya mendorong para lulusan agar tidak hanya berorientasi menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN), tetapi juga berani menciptakan peluang usaha dengan memanfaatkan potensi ekonomi daerah.

Ia mengajak generasi muda melihat peluang dari komoditas unggulan, seperti kopi, nanas, dan berbagai hasil alam lainnya, untuk dikembangkan menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.

Pesan tersebut relevan dengan kebutuhan pembangunan daerah. Ketergantungan pada lapangan kerja formal yang terbatas perlu diimbangi dengan tumbuhnya wirausaha lokal, pengolahan hasil pertanian, penguatan koperasi, dan pengembangan usaha produktif yang mampu menyerap tenaga kerja.

Akan tetapi, dorongan berwirausaha juga membutuhkan dukungan nyata. Akses permodalan, pendampingan usaha, kepastian pasar, pelatihan keterampilan, serta kemitraan dengan dunia usaha menjadi faktor penting agar lulusan tidak hanya didorong menciptakan usaha, tetapi juga memiliki peluang untuk mempertahankannya.

Pendidikan tinggi, pemerintah, dan sektor swasta perlu membangun ekosistem yang memungkinkan pengetahuan akademik bertemu dengan kebutuhan ekonomi masyarakat.

Bantuan Rp1 Miliar untuk Kampus dan Rp20 Miliar untuk Mahasiswa

Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan menyalurkan bantuan sebesar Rp1 miliar kepada UNA’IM Yapis Wamena. Pemerintah provinsi juga memberikan bantuan biaya studi sebesar Rp20 miliar bagi lebih dari 1.000 mahasiswa Papua Pegunungan.

Dukungan ini menjadi bagian penting dalam memperluas akses pendidikan tinggi dan membantu mahasiswa melanjutkan studi.

Namun, besarnya dukungan anggaran perlu diikuti dengan pengelolaan yang akuntabel, tepat sasaran, dan berorientasi pada hasil. Bantuan kepada perguruan tinggi idealnya memperkuat kualitas pembelajaran, fasilitas pendidikan, kapasitas dosen, penelitian, serta pelayanan akademik.

Sementara itu, bantuan biaya studi bagi mahasiswa perlu memastikan bahwa penerima memenuhi ketentuan, proses penyalurannya transparan, dan manfaatnya benar-benar dirasakan oleh mahasiswa yang membutuhkan.

Publik juga berkepentingan mengetahui perkembangan pelaksanaan program tersebut, termasuk capaian, kendala, dan dampaknya terhadap keberlanjutan pendidikan mahasiswa.

Dengan demikian, dukungan anggaran tidak hanya tercatat sebagai komitmen pemerintah, tetapi dapat dinilai berdasarkan manfaatnya bagi peningkatan kualitas SDM Papua Pegunungan.

Dirjen Sains dan Teknologi Tekankan Peran Ilmu Pengetahuan

Orasi ilmiah disampaikan oleh Prof. Dr. Ahmad Najib Burhani, M.A., M.Sc., Ph.D., Direktur Jenderal Sains dan Teknologi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Dalam orasinya, ia mengajak para wisudawan memperluas wawasan, mengembangkan kemampuan berpikir kritis, serta mengaplikasikan ilmu pengetahuan untuk menjawab tantangan pembangunan.

Pesan tersebut menegaskan bahwa gelar akademik bukanlah garis akhir perjalanan pendidikan. Para lulusan justru memasuki tahap baru untuk membuktikan kemampuan melalui pekerjaan, penelitian, kewirausahaan, dan pengabdian kepada masyarakat.

Di tengah perubahan teknologi dan kebutuhan dunia kerja, lulusan perguruan tinggi dituntut terus belajar, meningkatkan keterampilan, serta mampu beradaptasi tanpa kehilangan kepekaan terhadap persoalan sosial dan kebutuhan daerahnya sendiri.

Bagi Papua Pegunungan, pengembangan ilmu pengetahuan juga perlu diarahkan pada persoalan konkret, mulai dari penguatan ekonomi masyarakat, pengelolaan potensi alam secara berkelanjutan, pengembangan teknologi tepat guna, hingga peningkatan kualitas pelayanan publik.

  YAPIS dan LLDIKTI XIV Tekankan Mutu serta Relevansi Lulusan

Perwakilan YAPIS Pusat di Tanah Papua, Heri Wahyudianto, S.E., M.M., menyampaikan dukungan yayasan agar UNA’IM Yapis Wamena terus berkembang dan menghasilkan lulusan yang unggul secara akademik, memiliki karakter luhur, berintegritas, serta bertanggung jawab secara sosial.

Sementara itu, perwakilan LLDIKTI Wilayah XIV, Jane Shirley Wambrauw, S.Pd., M.H., mengapresiasi penyelenggaraan pendidikan tinggi di UNA’IM Yapis Wamena dan menekankan pentingnya peningkatan mutu pendidikan serta relevansi kompetensi lulusan dengan kebutuhan dunia kerja.

Peningkatan mutu perguruan tinggi membutuhkan konsistensi dalam menjaga kualitas proses pembelajaran, memperkuat kompetensi tenaga pendidik, mengembangkan penelitian, serta membangun kemitraan dengan berbagai sektor.

Perguruan tinggi juga perlu memastikan bahwa kurikulum dan kompetensi yang diberikan kepada mahasiswa mampu menjawab perubahan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja, termasuk peluang pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal.

Dengan begitu, perguruan tinggi tidak hanya menjadi tempat memperoleh ijazah, tetapi juga pusat pengembangan pengetahuan, inovasi, dan solusi bagi persoalan pembangunan daerah.

   Empat Bank Beri Apresiasi kepada Sembilan Mahasiswa Berprestasi

Dalam rangkaian wisuda, empat lembaga perbankan, yakni Bank Mandiri, Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Papua, dan Bank Negara Indonesia (BNI), memberikan apresiasi kepada sembilan mahasiswa berprestasi yang mewakili program studi di lingkungan UNA’IM Yapis Wamena.

Masing-masing mahasiswa menerima penghargaan uang sebesar Rp1 juta dari perbankan. Universitas juga memberikan piagam penghargaan dan uang penghargaan sebagai bentuk apresiasi atas prestasi akademik yang diraih.

Penghargaan tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap budaya berprestasi di lingkungan kampus. Kolaborasi dengan sektor perbankan juga membuka peluang untuk memperluas literasi keuangan, pengembangan kewirausahaan mahasiswa, dan pengenalan dunia kerja.

Ke depan, kerja sama semacam ini dapat dikembangkan lebih jauh melalui program pendampingan usaha, pelatihan pengelolaan keuangan, serta dukungan terhadap gagasan inovatif mahasiswa yang memiliki potensi untuk diterapkan di tengah masyarakat.

  Wisuda Bukan Akhir, Melainkan Awal Pembuktian

Wisuda ke-18 UNA’IM Yapis Wamena menegaskan pentingnya pendidikan tinggi sebagai salah satu fondasi pembangunan sumber daya manusia di Papua Pegunungan.

Sebanyak 224 lulusan kini menghadapi tantangan untuk menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang telah diperoleh. Sebagian akan memasuki dunia kerja, sebagian lainnya berpeluang membangun usaha, melanjutkan penelitian, atau mengabdikan diri kepada masyarakat.

Keberhasilan mereka nantinya tidak hanya ditentukan oleh gelar yang disandang, tetapi juga oleh kemampuan menjawab kebutuhan masyarakat, menciptakan nilai tambah, menjaga integritas, dan berkontribusi terhadap kemajuan daerah.

Karena itu, keberhasilan wisuda perlu diikuti dengan langkah berkelanjutan dari seluruh pemangku kepentingan. Perguruan tinggi perlu menjaga mutu pendidikan, pemerintah harus memastikan dukungan anggaran memberikan hasil nyata, dunia usaha perlu membuka ruang kemitraan, dan para lulusan harus berani membuktikan kompetensinya.

Pada akhirnya, ukuran keberhasilan pendidikan tinggi bukan semata-mata berapa banyak mahasiswa yang diwisuda, melainkan seberapa besar pengetahuan dan keterampilan mereka mampu membawa perubahan positif bagi masyarakat.**

UNA’IM Yapis Wamena diharapkan terus memperkuat perannya dalam mencetak SDM yang mandiri, inovatif, kompeten, dan berdaya saing, sehingga generasi muda Papua Pegunungan tidak hanya menjadi penonton dalam pembangunan, tetapi tampil sebagai pelaku utama yang ikut menentukan masa depan daerahnya.

Penulis: M.G.F.

Editor: B.E.