100 Hari Kerja Bidang Keperawatan RSU Karel Sadsuitubun: Perkuat Disiplin, Kebersihan, dan Mutu Pelayanan

Avatar photo

Tribun Nusantara

, 15 Maret 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

100 Hari Kerja Bidang Keperawatan RSU Karel Sadsuitubun: Perkuat Disiplin, Kebersihan, dan Mutu Pelayanan

Langgur, TribunNusantara.web.id | Bidang Keperawatan RSU Karel Sadsuitubun, Kabupaten Maluku Tenggara, memaparkan capaian program 100 hari kerja yang berfokus pada penguatan disiplin aparatur, peningkatan kebersihan lingkungan rumah sakit, serta perbaikan mutu pelayanan dan kualitas sumber daya manusia kesehatan.

Program ini dipimpin oleh Kepala Bidang Keperawatan bersama dua Kepala Seksi Keperawatan melalui kerja kolaboratif dengan kepala instalasi, kepala ruangan, Komite Keperawatan, organisasi profesi, serta seluruh tenaga perawat dan bidan di rumah sakit tersebut.

Langkah awal yang dilakukan adalah konsolidasi internal melalui rapat kerja cepat sebanyak tujuh kali dalam kurun dua minggu. Rapat ini melibatkan unsur manajemen dan organisasi profesi seperti DPK PPNI dan Cabang IBI untuk menampung aspirasi dari sekitar 240 pegawai bidang keperawatan dari total lebih dari 450 pegawai RSU Karel Sadsuitubun.

Selain konsolidasi, Bidang Keperawatan juga melakukan sejumlah langkah strategis, antara lain revisi Rencana Strategis (Renstra) Bidang Keperawatan, penyusunan usulan alat kesehatan dan fasilitas layanan kepada bagian perencanaan, serta pembentukan tim kerja lintas unit yang melibatkan unsur manajemen, komite keperawatan, organisasi profesi, dan kepala ruangan dari 16 layanan rumah sakit.

Penegakan Disiplin Aparatur

Salah satu fokus utama program 100 hari kerja adalah penegakan disiplin aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan rumah sakit.

Program ini dilaksanakan sejalan dengan arahan Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara agar seluruh ASN meningkatkan disiplin kerja dan profesionalisme dalam pelayanan publik.

Hasilnya, tingkat kehadiran pegawai dalam kegiatan apel meningkat signifikan. Jika sebelumnya jumlah peserta apel berkisar 20 hingga 30 orang, kini meningkat menjadi 150 hingga 190 orang setiap kegiatan apel.

Apel dilaksanakan secara rutin pada pagi, siang, sore, hingga malam hari sesuai dengan sistem kerja tiga shift di rumah sakit. Pegawai yang tidak mengikuti apel sebanyak dua hingga tiga kali akan dipanggil oleh Seksi Etika Keperawatan untuk mendapatkan pembinaan. Hingga kini, sekitar 30 pegawai telah mengikuti proses pembinaan internal.

Gerakan Kebersihan Rumah Sakit

Program kedua adalah gerakan kebersihan lingkungan rumah sakit yang dilaksanakan melalui kerja bakti bersama seluruh pegawai.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari hasil inspeksi lapangan serta berbagai keluhan masyarakat terkait kondisi lingkungan rumah sakit.

Selama enam minggu berturut-turut, setiap Jumat dan Sabtu, perawat, bidan, serta pegawai rumah sakit melakukan kegiatan gotong royong membersihkan berbagai area layanan.

Hasilnya, sekitar 147 karung sampah besar berhasil dikumpulkan dari berbagai lokasi seperti kamar jenazah, ruang cuci, dapur, instalasi gawat darurat, ruang rawat inap, hingga halaman rumah sakit.

Secara keseluruhan, tingkat kebersihan lingkungan rumah sakit kini telah mencapai sekitar 90 persen, sementara sisa area yang belum tertangani akan dilanjutkan melalui program kebersihan rutin oleh petugas cleaning service dengan pengawasan manajemen rumah sakit.

Perbaikan Pelayanan dan Peningkatan SDM

Bidang Keperawatan juga melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan mutu pelayanan dan kapasitas tenaga kesehatan.

Salah satu perubahan penting adalah penertiban jam layanan poliklinik yang kini mulai beroperasi pada pukul 08.15 hingga 08.30 WIT, lebih cepat dibandingkan sebelumnya yang sering baru dimulai pada pukul 10.00 hingga 11.00 WIT.

Selain itu, sistem operan shift pagi, siang, dan malam kini dilaksanakan secara tepat waktu sehingga tidak lagi mengganggu alur pelayanan pasien.

Untuk meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan, Bidang Keperawatan juga menyelenggarakan berbagai kegiatan pelatihan, antara lain:

* Pelatihan Basic Life Support (BLS) dan Code Blue
* Pelatihan triage dan kegawatdaruratan IGD
* Pelatihan elektrokardiografi (EKG)
* Pelatihan perawatan luka
* Pelatihan penanggulangan bencana
* Sosialisasi standar asuhan keperawatan kegawatdaruratan

Selain bagi tenaga kesehatan, pelatihan juga diberikan kepada tenaga nonmedis seperti petugas keamanan dan kebersihan untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam kondisi darurat.

Komitmen Pelayanan Berkualitas

Kepala Bidang Keperawatan menyatakan bahwa berbagai langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di RSU Karel Sadsuitubun.

Menurutnya, capaian 100 hari kerja ini masih jauh dari sempurna dan akan terus dievaluasi untuk perbaikan berkelanjutan.

“Kami bersyukur atas dukungan semua pihak dan kerja sama tim yang solid. Hal-hal yang sudah baik akan kami pertahankan, sementara yang masih kurang akan kami perbaiki melalui evaluasi bersama,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara atas kepercayaan yang diberikan kepada jajaran Bidang Keperawatan untuk menjalankan amanah tersebut.

Melalui berbagai langkah pembenahan ini, Bidang Keperawatan berharap pelayanan kesehatan di RSU Karel Sadsuitubun semakin profesional, disiplin, dan berorientasi pada keselamatan pasien.

Program ini juga menjadi bagian dari dukungan terhadap visi pembangunan Kabupaten Maluku Tenggara menuju pelayanan publik yang lebih berkualitas serta kontribusi menuju Indonesia Emas 2045.