100 Personel Brimob Polda Maluku Ikuti Pelatihan PHH, Kapolda Tekankan Profesionalisme

Avatar photo

Tribun Nusantara

, 18 April 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

100 Personel Brimob Polda Maluku Ikuti Pelatihan PHH, Kapolda Tekankan Profesionalisme

100 Personel Brimob Polda Maluku Ikuti Pelatihan PHH, Kapolda Tekankan Profesionalisme

Ambon, Tribunnusantara-web.id Sebanyak 100 personel Satuan Brimob dari Polda Maluku mengikuti pelatihan Penanganan Huru Hara (PHH) yang digelar di Lapangan Mapolda Maluku.18/04/2026

Pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan personel dalam menghadapi situasi bereskalasi tinggi, khususnya pengendalian massa.

Kegiatan ini mendapat arahan langsung dari Kapolda Maluku, Dadang Hartanto.                      

Dalam arahannya, ia menegaskan bahwa setiap tindakan kepolisian harus berlandaskan hukum dan mengedepankan profesionalisme.

“Polri adalah civilian police. Setiap tindakan harus dapat dipertanggungjawabkan secara hukum,” ujar Kapolda.

Ia juga menekankan bahwa Satuan Brimob, sebagai unit yang menangani kejahatan berintensitas tinggi, dituntut mampu bertindak tegas namun tetap proporsional sesuai tingkat ancaman di lapangan.

Menurutnya, penggunaan kekuatan tidak boleh melampaui batas yang diatur dalam ketentuan hukum, serta harus dibedakan secara jelas antara tindakan tegas yang terukur dan kekerasan yang melanggar prosedur.

Selain itu, Kapolda menyampaikan bahwa personel kini dibekali perangkat body camera guna meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam pelaksanaan tugas.

Pelatihan ini didukung oleh empat instruktur internal Brimob yang memberikan materi teknis kepada peserta.

Konteks dan Catatan

Pelatihan PHH merupakan agenda rutin dalam meningkatkan kapasitas aparat kepolisian, khususnya dalam menghadapi potensi gangguan keamanan seperti aksi massa yang berpotensi ricuh.

Penekanan pada profesionalisme dan pendekatan humanis menjadi relevan, mengingat penanganan aksi massa kerap menjadi perhatian publik, terutama terkait potensi penggunaan kekuatan yang berlebihan.

Penggunaan body camera dinilai sebagai salah satu langkah untuk mendorong transparansi.              

Namun, efektivitasnya bergantung pada mekanisme pengawasan dan akuntabilitas dalam penggunaannya.

Kesimpulan

Pelatihan ini mencerminkan upaya peningkatan kapasitas personel di lingkungan Kepolisian Negara Republik Indonesia dalam menangani situasi keamanan yang kompleks.

Meski demikian, keberhasilan pelatihan akan sangat ditentukan oleh implementasi di lapangan, termasuk konsistensi penerapan prosedur dan kemampuan menjaga keseimbangan antara ketegasan dan penghormatan terhadap hak masyarakat."pungkasnya.

"Elang"