100 Tahun GPM Galala-Hative Kecil, Wali Kota: Dua Negeri Satu Jemaat, Kerukunan Kunci Bertahan Satu Abad

Avatar photo

Tribun Nusantara

, 03 September 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

100 Tahun GPM Galala-Hative Kecil, Wali Kota: Dua Negeri Satu Jemaat, Kerukunan Kunci Bertahan Satu Abad

AMBON,Tribun-nusantara.web.id. Jemaat Gereja Protestan Maluku (GPM) Galala–Hative Kecil secara khidmat merayakan satu abad keberadaan dalam Ibadah Syukur yang berlangsung di Gereja Imanuel Gatik, Ambon, Rabu (2/9/2026).

Peringatan 100 tahun ini bukan sekadar perayaan angka, melainkan momen syukur mendalam atas kesetiaan Tuhan yang memimpin jemaat melewati berbagai musim dan tantangan dari generasi ke generasi.

Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, hadir secara langsung dan menyampaikan apresiasi serta pesan yang menyentuh hati seluruh jemaat.

"Satu abad bukan sekadar seremoni sejarah. Ini adalah bukti penyertaan Tuhan yang luar biasa. Perjalanan 100 tahun tidak selalu mudah ada tantangan, ada ujian, namun jemaat tetap berdiri. Karena itu, rasa syukur adalah hal pertama dan paling utama yang harus kita naikkan hari ini," ujar Wali Kota.

Hal yang paling istimewa dan menjadi sorotan Wali Kota adalah keunikan jemaat ini: menghimpun warga dari dua negeri yang berbeda, Galala dan Hative Kecil dalam satu rumah Tuhan. Ini dinilai bukan hal yang biasa, justru di sinilah kekuatan sejati jemaat itu terlihat.

"Saudara-saudara dari dua negeri, satu jemaat. Ini yang membuat GPM Galala–Hative Kecil istimewa. Hidup rukun di tengah perbedaan, bersatu dalam iman. Inilah yang diajarkan Mazmur 133:1 — alangkah indahnya apabila saudara-saudara diam bersama dalam persatuan. Jaga kerukunan ini, karena itulah warisan paling berharga yang bisa kalian berikan kepada anak cucu," pesannya dengan tegas.

Wali Kota juga menegaskan komitmen Pemerintah Kota Ambon untuk terus mendukung pelestarian nilai adat, budaya, dan sejarah sebagai identitas masyarakat. Ia berharap perjalanan panjang jemaat ini tidak hanya menjadi cerita yang disimpan dalam buku, tetapi dihidupkan dan ditransformasikan menjadi karya nyata.

"Sejarah 100 tahun ini harus hidup. Generasi muda harus tahu bagaimana jemaat ini terbentuk, bagaimana saudara-saudara dari dua negeri bersatu, dan bagaimana iman kalian bertahan di tengah badai. Pemkot Ambon terus mendorong penguatan nilai adat, budaya, dan sejarah karena itulah fondasi kita sebagai orang Maluku," ungkapnya.

Perayaan ini juga menjadi bagian yang penuh makna dalam rangka menyambut HUT Kota Ambon ke-451 pada 7 September 2026 mendatang. Dengan usia satu abad, GPM Galala–Hative Kecil diharapkan terus menjadi menara iman, benteng persaudaraan, dan pelita nilai luhur yang menerangi Kota Ambon di tahun-tahun mendatang.

"Selamat 100 tahun, GPM Galala–Hative Kecil. Tetaplah menjadi satu, tetaplah bersinar, dan teruslah menjadi berkat bagi dua negeri ini dan seluruh Kota Ambon," tutup Wali Kota.

(H.R)