126 Warga Bersatu Hidupkan Kembali Pos Ronda BBS, 7 Regu Siaga Jaga Keamanan Lingkungan

Avatar photo

Tribun Nusantara

, 08 September 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

126 Warga Bersatu Hidupkan Kembali Pos Ronda BBS, 7 Regu Siaga Jaga Keamanan Lingkungan

126 Warga Bersatu Hidupkan Kembali Pos Ronda BBS, 7 Regu Siaga Jaga Keamanan Lingkungan

MIMIKA Tribunnusantara-web.id  — Semangat gotong royong warga kembali menjadi kekuatan utama dalam menjaga keamanan lingkungan di Belakang Surabaya (BBS), Mimika. Sebanyak 126 warga kini terlibat dalam sistem ronda malam yang kembali diaktifkan setelah pos keamanan lingkungan yang sempat lama tidak digunakan diperbaiki secara swadaya.9//9/26

Selama dua malam terakhir, warga secara bergiliran turun langsung melakukan penjagaan dan patroli di sejumlah titik lingkungan BBS. Langkah tersebut menjadi bentuk kepedulian masyarakat terhadap keamanan sekaligus respons atas kekhawatiran warga terhadap berbagai potensi gangguan kamtibmas yang dapat terjadi di lingkungan sekitar.

Pengaktifan kembali ronda malam tersebut lahir dari kesepakatan warga untuk tidak hanya mengandalkan aparat keamanan, tetapi ikut mengambil bagian dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.

POS RONDA DIHIDUPKAN KEMBALI

Salah satu langkah awal yang dilakukan masyarakat adalah memperbaiki dan membersihkan kembali pos ronda yang selama cukup lama tidak difungsikan.

Dengan kemampuan dan fasilitas seadanya, warga bergotong royong menata kembali pos tersebut agar dapat menjadi pusat koordinasi kegiatan ronda malam.

Bagi masyarakat BBS, keberadaan pos ronda bukan sekadar bangunan tempat berkumpul. Pos tersebut diharapkan menjadi titik pengawasan sekaligus sarana mempererat komunikasi antarwarga dalam menjaga keamanan lingkungan.

  “Kami berharap pemerintah bisa melihat kondisi pos ini. Pos ronda sudah lama tidak digunakan dan sekarang warga bersama-sama berusaha menghidupkannya kembali demi keamanan lingkungan,” ungkap salah satu warga.

Karena itu, warga berharap Pemerintah Daerah dapat memberikan perhatian terhadap kondisi pos ronda, termasuk membantu menyediakan fasilitas yang dibutuhkan agar kegiatan pengamanan lingkungan dapat berlangsung secara lebih optimal.

7 REGU, 126 WARGA SIAP BERGILIRAN

Keseriusan masyarakat terlihat dari sistem penjagaan yang telah disusun secara terorganisasi.

Saat ini terdapat 7 regu ronda, dengan masing-masing regu beranggotakan sekitar 18 warga. Jika dihitung secara keseluruhan, terdapat sekitar 126 warga yang terlibat dalam sistem keamanan lingkungan tersebut.

Setiap malam, satu regu yang beranggotakan 18 orang mendapat giliran menjaga pos sekaligus melakukan patroli di sejumlah titik yang dianggap perlu mendapat perhatian.

Menariknya, seluruh kegiatan tersebut berjalan atas dasar swadaya dan gotong royong masyarakat.

Kebutuhan konsumsi bagi warga yang menjalankan tugas ronda juga didukung secara bersama-sama oleh masyarakat. Selain itu, sejumlah warga dan sponsor lokal turut memberikan dukungan agar kegiatan tersebut dapat dipertahankan secara berkelanjutan.

Kondisi ini menunjukkan bahwa kesadaran menjaga keamanan lingkungan mulai kembali tumbuh dari tingkat masyarakat paling bawah.

WARGA BUTUH HT UNTUK PERKUAT KOORDINASI

Di tengah tingginya semangat masyarakat, keterbatasan fasilitas masih menjadi salah satu persoalan yang dihadapi.

Warga BBS saat ini membutuhkan Handy Talkie (HT) atau radio komunikasi untuk mempercepat koordinasi antara petugas yang berada di pos ronda dengan anggota regu yang melakukan patroli.

Ketersediaan alat komunikasi dinilai penting, terutama ketika petugas menemukan situasi yang membutuhkan respons cepat.

  “Kami sangat membutuhkan HT atau radio komunikasi agar teman-teman yang sedang patroli bisa langsung berkomunikasi dengan petugas di pos,” ujar warga.

Dengan dukungan alat komunikasi, warga berharap sistem ronda yang dibangun secara swadaya tersebut dapat bekerja lebih efektif dan terkoordinasi.

KEAMANAN BUKAN HANYA TUGAS APARAT

Masyarakat BBS berharap semangat yang telah dibangun tidak berhenti hanya karena pos ronda kembali dibuka. Mereka ingin kegiatan tersebut menjadi gerakan bersama yang mendapat dukungan dari pemerintah daerah, aparat keamanan, tokoh masyarakat, pelaku usaha maupun pihak-pihak lain yang memiliki kepedulian terhadap keamanan lingkungan.

Bagi warga, menjaga keamanan bukan semata-mata menjadi tugas aparat. Masyarakat juga memiliki peran penting untuk menciptakan lingkungan yang aman melalui kepedulian, komunikasi dan kebersamaan.

Apa yang dilakukan warga BBS menjadi contoh bahwa menjaga keamanan dapat dimulai dari lingkungan sendiri.

Ketika 126 warga bersatu, pos ronda yang sempat mati kembali hidup. Bukan sekadar menjadi tempat berjaga, tetapi menjadi simbol kebersamaan dan kepedulian masyarakat terhadap kampungnya sendiri.

MARI JAGA BBS BERSAMA

Warga Belakang Surabaya mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keberlanjutan ronda malam dan menjadikan keamanan lingkungan sebagai tanggung jawab bersama.

Pos ronda yang kembali berfungsi diharapkan bukan hanya menjadi bangunan yang menyala pada malam hari, tetapi menjadi ruang kebersamaan, pusat komunikasi dan simbol persatuan warga BBS.

  “Keamanan lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Ketika warga bersatu, lingkungan menjadi lebih aman, nyaman dan kondusif.”

#BBS #BelakangSurabaya #RondaMalam #KeamananLingkungan #Mimika #Timika #GotongRoyong #WargaPeduliKeamanan #PapuaTengah #IndonesiaAman

Penulis: M. Gunawan F

Editor: Bruce Elang