17 Ton Challenge Ubah Cara Pandang Warga Mimika: Sampah Kini Bernilai Ekonomi dan Menjadi Investasi Lingkungan

Avatar photo

Tribun Nusantara

, 05 Agustus 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

17 Ton Challenge Ubah Cara Pandang Warga Mimika: Sampah Kini Bernilai Ekonomi dan Menjadi Investasi Lingkungan

TIMIKA, PAPUA TENGAH Tribunnusantara-web.id – Sampah tidak lagi dipandang sebagai limbah yang harus dibuang, tetapi sebagai sumber daya yang memiliki nilai ekonomi. Semangat inilah yang terus dibangun Pemerintah Distrik Mimika Baru melalui program 17 Ton Challenge, sebuah gerakan yang mengajak masyarakat membangun budaya baru dalam mengelola sampah secara bertanggung jawab.

Program ini tidak hanya bertujuan menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat, tetapi juga mendorong tumbuhnya kesadaran bahwa sampah yang dipilah dengan baik dapat memberikan manfaat ekonomi bagi setiap keluarga.06/08/2026

Salah satu pertanyaan yang paling sering disampaikan masyarakat adalah, "Sampah apa saja yang bisa dijual di Pos Timbang Merdeka?"

Jawabannya, hampir semua sampah yang masih memiliki nilai daur ulang dapat ditimbang dan ditukar menjadi uang. Berdasarkan daftar harga yang berlaku sejak 1 Juni 2026, masyarakat dapat menjual berbagai jenis material seperti kardus, kertas, kaleng, seng, botol plastik, tutup botol, jeriken, botol oli, aki bekas, drum aspal, hingga besi campuran. Nilai pembelian disesuaikan dengan jenis, kualitas, dan kondisi material yang disetorkan.

Melalui program ini, Pemerintah Distrik Mimika Baru ingin menanamkan pemahaman bahwa pengelolaan sampah bukan semata persoalan kebersihan, melainkan bagian dari pembangunan ekonomi sirkular yang mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

Gerakan 17 Ton Challenge mengajak masyarakat memulai perubahan dari langkah-langkah sederhana, yaitu:

- Memilah sampah sejak dari rumah.

- Menyetorkan sampah yang memiliki nilai ekonomis ke Pos Timbang Merdeka.

- Menjadikan hasil penjualan sampah sebagai tambahan penghasilan atau tabungan keluarga.

Pemerintah Distrik Mimika Baru menegaskan bahwa target mengumpulkan 17 ton sampah hanyalah simbol dari gerakan yang lebih besar, yakni membangun kesadaran kolektif agar masyarakat semakin peduli terhadap lingkungan dan menjadikan pengelolaan sampah sebagai bagian dari gaya hidup sehari-hari.

Bagi masyarakat yang ingin berpartisipasi, Pos Timbang Merdeka yang berlokasi di kawasan Petrosi melayani penimbangan setiap hari mulai pukul 10.00 hingga 16.00 WIT.

Di tengah meningkatnya ancaman perubahan iklim, pencemaran lingkungan, dan penumpukan sampah plastik, gerakan yang lahir dari Mimika Baru ini menjadi bukti bahwa perubahan besar dapat dimulai dari tindakan kecil yang dilakukan secara konsisten oleh masyarakat.

Sampah yang dipilah hari ini bukan hanya menciptakan lingkungan yang lebih bersih, tetapi juga menghasilkan nilai ekonomi, memperkuat kesejahteraan keluarga, serta menjadi warisan kepedulian bagi generasi yang akan datang.

Penulis Gunawan F