22 Personel Polres Tual Dikerahkan ke Malra, Bentrokan Pemuda di Desa Danar Tewaskan Satu Warga
Tual, TribunNusantara.web.id | Aparat kepolisian mengerahkan 22 personel dari Polres Tual untuk membantu penanganan konflik antar kelompok pemuda di Desa Danar Ternate, Kecamatan Kei Kecil Timur Selatan, Kabupaten Maluku Tenggara. Bantuan Kendali Operasi (BKO) itu dikirim menyusul bentrokan yang pecah pada Kamis malam, 26 Maret 2026, hingga Jumat dini hari.
Pengamanan tambahan tersebut dipimpin Perwira Pengendali (Padal) Inspektur Polisi Dua Nelson Grey Jalmav. Mereka diperbantukan ke Polres Maluku Tenggara guna memperkuat personel setempat yang lebih dulu turun meredam kerusuhan.
Insiden berdarah itu melibatkan dua kelompok pemuda dari Kompleks Ohoitom dan Kompleks Danar Ternate. Bentrokan dipicu kesalahpahaman antarindividu yang kemudian meluas menjadi aksi saling serang menggunakan batu dan panah wayer senjata rakitan yang kerap memakan korban dalam konflik komunal di wilayah kepulauan tersebut.
Akibat peristiwa itu, satu warga dilaporkan meninggal dunia. Tiga warga lainnya mengalami luka-luka. Di pihak kepolisian, tiga personel turut mengalami cedera saat berupaya membubarkan massa dan mengendalikan situasi.
Kepala Bagian Operasi Polres Tual, Komisaris Polisi La Ode Arif Jaya, mengatakan pengiriman BKO dilakukan untuk memastikan stabilitas keamanan segera pulih.
“Penebalan pasukan diperlukan agar potensi bentrokan susulan bisa dicegah,” ujarnya.
Kapolres Maluku Tenggara menyatakan pihaknya tengah melakukan penyelidikan mendalam untuk mengurai akar persoalan dan mengidentifikasi para pelaku. Polisi berjanji menindak tegas siapa pun yang terbukti terlibat tindak pidana. Namun di saat bersamaan, pendekatan persuasif juga ditempuh melalui mediasi dan penyuluhan kepada tokoh masyarakat serta pemuda setempat.
“Kami tidak hanya fokus pada penegakan hukum, tetapi juga pada upaya rekonsiliasi agar konflik tidak berulang,” kata dia.
Hingga Jumat siang, aparat memastikan situasi di Desa Danar berangsur kondusif. Tim medis telah menangani korban luka, sementara jenazah korban meninggal diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan sesuai adat setempat. Patroli gabungan masih dilakukan di sejumlah titik rawan guna mengantisipasi eskalasi lanjutan.
Peristiwa ini kembali menyoroti rapuhnya relasi antar kelompok pemuda di sejumlah wilayah di Maluku Tenggara, di mana gesekan kecil kerap berkembang cepat menjadi bentrokan terbuka. Aparat berharap kehadiran tambahan personel dan dialog lintas komunitas dapat meredam ketegangan yang tersisa.








































Komentar via Facebook