46 SISWA SMK KESEHATAN IRESA ANUGERAH TIAKUR RESMI DILEPAS PKL DAN OBSERVASI LAPANGAN, PERKUAT SDM KESEHATAN DI MALUKU BARAT DAYA

Avatar photo

Tribun Nusantara

, 03 Maret 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

46 SISWA SMK KESEHATAN IRESA ANUGERAH TIAKUR RESMI DILEPAS PKL DAN OBSERVASI LAPANGAN, PERKUAT SDM KESEHATAN DI MALUKU BARAT DAYA

Tiakur, Maluku Barat Daya TribunNusantara– Web - id / SMK Kesehatan Iresa Anugerah Tiakur kembali menorehkan langkah strategis dalam peningkatan mutu pendidikan vokasi dengan melepas 46 siswa untuk melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL) dan Observasi Lapangan (OL) Tahun Ajaran 2026. Kegiatan ini berlangsung khidmat dan penuh semangat kolaborasi antara dunia pendidikan dan layanan kesehatan di Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD).

Sebanyak 46 siswa Kelas XI akan menjalani Praktik Kerja Lapangan (PKL), sementara siswa Kelas X mengikuti Observasi Lapangan (OL) pada sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan, yakni RSUD Tiakur, Puskesmas Weet, Puskesmas Werwaru, serta Pustu Tounwawan.

Acara pelepasan ini turut dihadiri oleh Ketua Yayasan, perwakilan Cabang Dinas Pendidikan Kabupaten MBD yang diwakili Kabid Dikmenjur, perwakilan Dinas Kesehatan Kabupaten MBD melalui Kabid SDM, Direktur RSUD Tiakur, para Kepala Puskesmas, Kepala Desa, Ketua Komite Sekolah, serta orang tua siswa kelas X dan XI.

Komitmen Pendidikan Vokasi Sesuai Regulasi Nasional

Pelaksanaan PKL dan Observasi Lapangan ini merupakan implementasi nyata dari kebijakan pendidikan nasional, sebagaimana diatur dalam:

Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, yang menegaskan bahwa pendidikan kejuruan bertujuan menyiapkan peserta didik untuk bekerja dalam bidang tertentu.

Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 (perubahan atas UU Cipta Kerja) yang mendorong penguatan link and match antara dunia pendidikan dan dunia kerja.

Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2021 tentang Standar Nasional Pendidikan, yang menekankan pentingnya pembelajaran berbasis praktik dan kompetensi.

Permendikbud Nomor 34 Tahun 2018 tentang Standar Nasional Pendidikan SMK/MAK, yang mengatur pelaksanaan praktik kerja industri sebagai bagian dari kurikulum wajib pendidikan vokasi.

Dengan dasar hukum tersebut, kegiatan PKL dan OL bukan sekadar agenda seremonial, tetapi bagian integral dari kurikulum pendidikan vokasi kesehatan untuk membentuk lulusan yang kompeten, profesional, dan siap terjun ke dunia kerja.

Peran Strategis Yayasan dan Visi Besar Pendidikan Kesehatan di Pulau Moa

Ketua Yayasan sekaligus Pendiri Yayasan Iresa Sumber Kasih, Dr. Ir. Izak Yehosua Siamiloy, dalam sambutannya menyampaikan komitmen besar terhadap pengembangan sumber daya manusia di Pulau Moa.

Sebagai putra asli Desa Tounwawan, Pulau Moa, yang telah mengabdi selama 35 tahun di Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia serta berperan membawa Proyek SKPT Moa di Tiakur, beliau menegaskan bahwa pembangunan pendidikan adalah fondasi utama kemajuan daerah.

“Visi kami bukan hanya meluluskan siswa, tetapi membangun generasi tenaga kesehatan yang unggul, berintegritas, dan siap mengabdi di tanah kelahirannya. Dengan doa dan dukungan masyarakat, kami berkomitmen untuk mendirikan Kampus Kesehatan di Pulau Moa, Kabupaten Maluku Barat Daya,” ujarnya penuh harap.

Pernyataan tersebut disambut antusias oleh seluruh undangan yang hadir. Komitmen pendirian kampus kesehatan dinilai sebagai langkah monumental dalam menjawab keterbatasan akses pendidikan tinggi kesehatan di wilayah kepulauan.

Sinergi Pendidikan dan Layanan Kesehatan

Direktur RSUD Tiakur dan para Kepala Puskesmas yang menjadi lokasi praktik menyatakan kesiapan mereka dalam membimbing siswa secara profesional sesuai standar pelayanan kesehatan dan etika profesi.

Kegiatan PKL dan OL ini diharapkan mampu:

Meningkatkan kompetensi teknis siswa di bidang kesehatan,

-Menanamkan etika pelayanan kesehatan yang humanis,

-Membentuk karakter disiplin dan tanggung jawab profesional.

Sinergi antara sekolah, pemerintah daerah, fasilitas kesehatan, dan masyarakat menjadi fondasi kuat dalam membangun generasi tenaga kesehatan yang berdaya saing.

Harapan untuk Masa Depan MBD

Acara pelepasan ini bukan sekadar seremoni, tetapi momentum strategis dalam membangun masa depan Maluku Barat Daya. Di tengah tantangan geografis wilayah kepulauan, pendidikan vokasi kesehatan menjadi jawaban konkret atas kebutuhan pelayanan kesehatan yang berkualitas dan merata.

Dengan langkah pasti dan dukungan regulasi nasional yang kuat, SMK Kesehatan Iresa Anugerah Tiakur membuktikan diri sebagai institusi pendidikan yang konsisten membangun SDM kesehatan daerah.

Semoga 46 siswa yang dilepas hari ini menjadi duta-duta kesehatan masa depan, mengabdi dengan hati, dan kembali membangun Pulau Moa serta Kabupaten Maluku Barat Daya dengan ilmu dan integritas.

( KAREL MOA.)