92 Medali Jadi Bukti, KONI Asmat Gelontorkan Bonus Rp697,5 Juta untuk Atlet Porprov Papua Selatan

Avatar photo

Tribun Nusantara

, 23 Agustus 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

92 Medali Jadi Bukti, KONI Asmat Gelontorkan Bonus Rp697,5 Juta untuk Atlet Porprov Papua Selatan

92 Medali Jadi Bukti, KONI Asmat Gelontorkan Bonus Rp697,5 Juta untuk Atlet Porprov Papua Selatan

ASMAT Tribunnusantara-web.id — Prestasi atlet Kabupaten Asmat pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) II Papua Selatan 2025 mendapat apresiasi nyata. Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Asmat menyerahkan bonus kepada para atlet yang berhasil mengharumkan nama daerah dengan torehan 92 medali, terdiri dari 32 emas, 31 perak dan 29 perunggu.

Total bonus yang disiapkan KONI Asmat mencapai Rp697,5 juta.

Penyerahan bonus berlangsung dalam Malam Hiburan Rakyat dalam rangka memperingati HUT ke-81 Republik Indonesia, yang digelar di Lapangan Yos Sudarso, Distrik Agats, Sabtu malam, 22 Agustus 2026.

Ketua Umum KONI Kabupaten Asmat, Thomas Eppe Safanpo, mengatakan pemberian bonus tersebut bukan sekadar penghargaan atas medali yang diraih atlet. Menurutnya, bonus menjadi bentuk perhatian pemerintah dan KONI terhadap atlet sekaligus pesan bahwa kerja keras dan prestasi di bidang olahraga mendapat penghargaan.

“Pembagian bonus di bulan Agustus ini merupakan wujud bahwa negara hadir memberikan perhatian untuk membina dan mengembangkan olahraga di Kabupaten Asmat,” kata Thomas.

Ia juga mengimbau seluruh pengurus cabang olahraga agar menghadirkan atlet-atlet berprestasi untuk menerima bonus yang telah disiapkan.

“Saya imbau kepada seluruh jajaran pengurus cabang olahraga untuk menghadirkan para atletnya di sini. Bonus akan dibagikan,” ujarnya.

Bonus Dibedakan Berdasarkan Medali

KONI Asmat menetapkan besaran bonus berdasarkan medali yang berhasil diraih atlet.

Untuk medali emas, atlet memperoleh bonus Rp10 juta. Peraih medali perak mendapatkan Rp7,5 juta, sedangkan medali perunggu memperoleh Rp5 juta.

Besaran tersebut kemudian menghasilkan total bonus ratusan juta rupiah untuk para atlet Asmat yang tampil di Porprov II Papua Selatan 2025.

Cabang olahraga Taekwondo menjadi penyumbang medali sekaligus penerima bonus terbesar. Dari 24 medali yang diraih, Taekwondo menyumbangkan 17 emas dan 7 perak, dengan total bonus Rp222,5 juta.

Posisi berikutnya ditempati Badminton dengan 13 medali—7 emas, 4 perak dan 2 perunggu—dengan bonus Rp110 juta.

Sementara Atletik meraih 13 medali yang terdiri dari 1 emas, 3 perak dan 9 perunggu, dengan bonus Rp77,5 juta.

Tenis Meja menyumbangkan 12 medali, yakni 1 emas, 3 perak dan 8 perunggu, dengan bonus Rp72,5 juta.

Selanjutnya, Karate meraih 9 medali—3 emas, 3 perak dan 3 perunggu—dengan bonus Rp67,5 juta.

Biliar menyumbangkan 6 medali, terdiri dari 2 emas, 3 perak dan 1 perunggu, dengan bonus Rp47,5 juta.

Catur meraih 6 medali, seluruhnya terdiri dari 5 perak dan 1 perunggu, dengan bonus Rp42,5 juta.

Pencak Silat menyumbangkan 5 medali—1 emas, 2 perak dan 2 perunggu—dengan bonus Rp35 juta.

Sementara Bola Voli memperoleh 2 medali perunggu dengan bonus Rp10 juta. Futsal menyumbangkan 1 medali perak dengan bonus Rp7,5 juta, sedangkan Bola Basket meraih 1 medali perunggu dengan bonus Rp5 juta.

Bukan Sekadar Bonus, Tapi Tantangan untuk Naik Kelas

Dengan torehan 32 medali emas, prestasi kontingen Asmat menunjukkan bahwa potensi olahraga di daerah tersebut tidak bisa dipandang sebelah mata.

Namun, capaian tersebut sekaligus menjadi tantangan bagi KONI, pemerintah daerah dan seluruh pengurus cabang olahraga untuk tidak berhenti pada pemberian bonus.

Prestasi harus diikuti dengan pembinaan berkelanjutan, peningkatan kualitas pelatih, penyediaan sarana olahraga, kompetisi rutin, pemusatan latihan serta perhatian terhadap masa depan para atlet.

Bonus memang penting sebagai bentuk penghargaan. Tetapi pembinaan yang konsisten jauh lebih penting agar prestasi atlet Asmat tidak hanya muncul pada satu ajang, melainkan dapat dipertahankan dan ditingkatkan pada kompetisi berikutnya.

Karena itu, capaian Porprov II Papua Selatan 2025 seharusnya menjadi momentum untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pembinaan olahraga di Kabupaten Asmat.

92 medali telah menjadi bukti bahwa atlet Asmat punya kemampuan. Tantangan berikutnya adalah memastikan prestasi tersebut tidak berhenti sebagai angka di papan medali, tetapi menjadi fondasi lahirnya generasi atlet Asmat yang mampu bersaing di tingkat nasional bahkan internasional.

Rekap Bonus Atlet Asmat Porprov II Papua Selatan 2025

Cabang Olahraga| Emas| Perak| Perunggu| Total Bonus

Taekwondo| 17| 7| -| Rp222,5 juta

Badminton| 7| 4| 2| Rp110 juta

Atletik| 1| 3| 9| Rp77,5 juta

Tenis Meja| 1| 3| 8| Rp72,5 juta

Karate| 3| 3| 3| Rp67,5 juta

Biliar| 2| 3| 1| Rp47,5 juta

Catur| -| 5| 1| Rp42,5 juta

Pencak Silat| 1| 2| 2| Rp35 juta

Bola Voli| -| -| 2| Rp10 juta

Futsal| -| 1| -| Rp7,5 juta

Bola Basket| -| -| 1| Rp5 juta

TOTAL| 32| 31| 29| Rp697,5 juta

Total: 92 medali — 32 emas, 31 perak, 29 perunggu.

KONI Kabupaten Asmat diharapkan menjadikan momentum pemberian bonus ini sebagai titik penguatan pembinaan olahraga secara lebih serius dan terukur, sehingga setiap medali yang diraih atlet benar-benar menjadi bagian dari perjalanan panjang membangun prestasi olahraga Asmat.

Editor: Bruce Elang