Akhir Pekan di Dermaga Yos Sudarso: Warga Tual Diajak Naik KRI Balongan-908 dan KRI Dorang-874
Tual, TribunNusantara.web.id | Akhir pekan ini, suasana di Dermaga Umum Yos Sudarso, Jalan Pattimura, Kelurahan Masrum, Kecamatan Pulau Dullah Selatan, Kota Tual, dipastikan berbeda. Dua kapal perang Republik Indonesia—KRI Balongan-908 dan KRI Dorang-874—akan membuka geladaknya untuk masyarakat.
Kehadiran keduanya merupakan bagian dari Operasi Trisila 2026 yang dilaksanakan TNI Angkatan Laut di bawah kendali Komando Armada III. Wilayah operasinya meliputi Papua, Maluku, dan sekitarnya, termasuk Kabupaten Maluku Tenggara dan Kota Tual.
Mayor Laut (P) Petrus Jayanta, Perwira Operasi Lanal Tual, mengatakan masyarakat diberi kesempatan naik ke atas kapal melalui kegiatan Open Ship.
“Ini momentum langka. Warga bisa melihat langsung fasilitas kapal, mengenal sistem persenjataan, dan memahami tugas-tugas prajurit TNI AL di laut,” ujarnya, Jumat, 27 Februari 2026.
Jadwal Kunjungan Terbuka
Kegiatan Open Ship dijadwalkan sebagai berikut:
* Sabtu, 28 Februari 2026: pukul 10.00–13.00 WIT dan 14.00–17.00 WIT
* Minggu, 1 Maret 2026: pukul 08.00–12.00 WIT
* Senin, 2 Maret 2026: pukul 09.00–12.00 WIT
Kedua kapal dijadwalkan sandar hingga 3 Maret 2026. Operasi Trisila 2026 sendiri berlangsung sekitar 40 hari dan berputar di wilayah kerja Armada III.
Mayor Petrus menegaskan, kapal perang adalah aset negara yang dimiliki seluruh rakyat Indonesia. “TNI AL hanya bertugas mengawak dan merawatnya, sekaligus menjalankan amanah menjaga kedaulatan NKRI,” katanya.
Tak Hanya Pamer Alutsista
Kehadiran Satgas Trisila tak berhenti pada kunjungan publik. Sejumlah agenda sosial dan edukatif turut digelar selama sandar di Tual.
Sabtu sore, prajurit membagikan takjil kepada masyarakat di depan Mess Lanal Tual dalam rangka Ramadan. Minggu pagi, digelar bakti sosial pembersihan Taman Makam Pahlawan Maluku Tenggara. Sore harinya, jajaran TNI AL bersilaturahmi dengan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah di Markas Komando Lanal Tual.
Senin pagi, siswa SMK Negeri 1 Tual dijadwalkan mengunjungi kapal perang untuk kegiatan edukasi dan pembinaan semangat kebaharian. Dilanjutkan sore harinya dengan bakti sosial pembersihan Gereja Sion. Selasa pagi, giliran prajurit melakukan kunjungan balasan ke sekolah tersebut dengan agenda penyuluhan bahaya narkoba dan kesehatan remaja.
Menurut Mayor Petrus, rangkaian kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membangun kedekatan TNI AL dengan masyarakat pesisir dan generasi muda di Kepulauan Kei.
Edukasi Maritim dan Simbol Kedaulatan
Bagi masyarakat Tual dan Maluku Tenggara, kesempatan melihat langsung kapal perang bukan peristiwa rutin. Di wilayah kepulauan yang bergantung pada laut, kehadiran armada militer sekaligus menjadi pengingat bahwa ruang hidup mereka adalah bagian dari wilayah strategis nasional.
Panitia mengimbau pengunjung tetap tertib, menjaga keselamatan, serta mengikuti arahan prajurit selama berada di atas kapal.
Kunjungan ini bukan sekadar agenda seremonial. Di atas geladak kapal, warga diajak memahami bahwa pertahanan laut bukan hanya urusan militer, melainkan kesadaran kolektif tentang pentingnya menjaga kedaulatan di negeri kepulauan.
(RF)








































Komentar via Facebook