Aklamasi Penuh Persaudaraan! 64 Perwakilan 9 Ohoi Sepakat Pilih Dr Benediktus Jeujanan Pimpin IKKBHN
Aklamasi Penuh Persaudaraan! 64 Perwakilan 9 Ohoi Sepakat Pilih Dr Benediktus Jeujanan Pimpin IKKBHN
Langgur, Tribunnusantara-web.id — Malam penuh kehangatan dan semangat persatuan mewarnai pertemuan besar masyarakat Hoar Ngutru di kawasan Ohoibun, Langgur, Sabtu (16/5/2026). Sebanyak 64 perwakilan dari sembilan ohoi di Kepulauan Kei secara bulat dan aklamasi memilih Dr Benediktus Jeujanan sebagai Ketua Ikatan Kerukunan Keluarga Besar Hoar Ngutru (IKKBHN).
Pertemuan yang berlangsung di rumah Benny Jeujanan itu bukan sekadar agenda pemilihan biasa. Forum tersebut menjadi momentum penting lahirnya kekuatan baru pemersatu masyarakat Hoar Ngutru dari berbagai ohoi di Kota Tual dan Kabupaten Maluku Tenggara.
Kegiatan diawali dengan doa bersama, dilanjutkan pembahasan tujuan organisasi, hingga proses pembentukan struktur kepengurusan yang berlangsung penuh kekeluargaan dan kebersamaan.
Dalam forum itu juga disepakati bahwa Forum Pemuda Hoar Ngutru (FPHN) yang dibentuk sejak 2023 resmi dilebur menjadi organisasi baru bernama IKKBHN, sebagai simbol persatuan lintas generasi masyarakat Hoar Ngutru.
Selain memilih Dr Benediktus Jeujanan sebagai ketua, forum juga menetapkan Andreas B Lasol sebagai Wakil Ketua, Ucu Heatubun sebagai Sekretaris, dan Ningsi Fautngilyanan sebagai Bendahara.
Perwakilan masyarakat yang hadir berasal dari Ohoi Wakol, Ngurdu, Soinrat, Wermaf, Bombay, El’Ralang, Watsin, Ngat, dan Sirbante.
Dukungan terhadap pembentukan IKKBHN juga datang dari sejumlah tokoh daerah, di antaranya Fauzan Rahawarin dan Jemmy Djowanda.
Dalam sambutannya, Dr Benediktus Jeujanan menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk memimpin organisasi tersebut.
“Saya bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena malam ini dipercayakan menjadi Ketua Ikatan Kerukunan Hoar Ngutru,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa organisasi ini harus menjadi rumah besar persaudaraan yang mampu menyatukan seluruh masyarakat Hoar Ngutru demi masa depan generasi muda Kei yang lebih baik.
“Kalau saya bekerja sendiri pasti tidak mampu. Mari kita bergandengan tangan memajukan ikatan ini,” katanya.
Menurutnya, IKKBHN memiliki kekuatan besar karena menghimpun masyarakat dari sembilan ohoi, sehingga harus dibangun dengan semangat keterbukaan, persatuan, dan gotong royong.
Ia juga membuka ruang kritik dan masukan dari seluruh masyarakat agar organisasi tersebut dapat berkembang lebih kuat dan bermanfaat.
Suasana haru, hangat, dan penuh persaudaraan tampak menyelimuti jalannya pertemuan hingga larut malam — menandai lahirnya babak baru solidaritas masyarakat Hoar Ngutru di Tanah Kei.
(*****)








































Komentar via Facebook