Akselerasi Ekonomi Inklusif, Sekda Sadali Ie Buka 6th Maluku Manggurebe 2026
AMBON,Tribun-nusantar.web.id. Sekretaris Daerah (Sekda) Maluku, Sadali Ie, mewakili Gubernur Maluku secara resmi membuka gelaran 6th Maluku Manggurebe Tahun 2026 di Pattimura Park, Kota Ambon, pada Jumat (9/10/2026). Event tahunan garapan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Maluku ini menjadi panggung utama dalam mendorong kreativitas, inovasi, dan digitalisasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) demi memperkuat fondasi ekonomi daerah yang inklusif serta berdaya tahan.
Dalam sambutan tertulis Gubernur yang dibacakan Sekda, ketidakhadiran orang nomor satu di Maluku tersebut dikarenakan adanya agenda wajib yang tidak dapat ditinggalkan, yakni undangan virtual dari Menteri Dalam Negeri yang wajib diikuti oleh seluruh gubernur se-Indonesia. Meski demikian, pesan ketegasan pemprov dalam memajukan ekonomi kerakyatan tersampaikan secara lugas di hadapan para pemangku kepentingan.
Ekonomi Maluku Tumbuh Positif 5,31 Persen
Momentum 6th Maluku Manggurebe ini digelar di tengah tren positif performa ekonomi daerah. Tercatat pada triwulan II tahun 2026, ekonomi Maluku tumbuh impresif sebesar 5,31 persen (yoy), mengalami kenaikan signifikan dibandingkan triwulan sebelumnya yang berada di angka 5,16 persen.
"Capaian positif ini harus kita jaga dan perkuat dengan mendorong sumber-sumber pertumbuhan yang produktif, inklusif, serta memberikan manfaat luas bagi masyarakat. Dalam konteks inilah UMKM memegang peran yang sangat strategis," tegas Sadali saat membacakan sambutan Gubernur.
Hilirisasi Potensi Daerah dan Digitalisasi UMKM
Pemprov Maluku menyoroti pentingnya peningkatan nilai tambah (value added) dari kekayaan alam kelautan dan daratan Maluku—mulai dari sektor perikanan, pala, cengkeh, hingga kelapa. Tidak hanya komoditas alam, kekayaan budaya seperti wastra (kain tradisional) dan kerajinan khas daerah juga dituntut untuk terus dikembangkan lewat sentuhan kreativitas dan inovasi agar mampu menembus pasar global.
Untuk mencapai target tersebut, digitalisasi menjadi harga mati bagi pelaku usaha di Maluku. "Kita harus mendorong UMKM agar semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi. Pemasaran digital, peningkatan kapasitas usaha, serta perluasan sistem pembayaran nontunai (cashless) harus terus masif dikembangkan agar produk Maluku mudah menjangkau konsumen yang lebih luas," tambahnya.
Kolaborasi Multipihak demi Ekosistem UMKM yang Tangguh
Mengusung semangat "Manggurebe" (bergerak cepat/berlomba-lomba), Pemprov Maluku mengapresiasi konsistensi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku yang telah mengawal event ini hingga tahun ke-6. Keberhasilan pembangunan ekosistem UMKM ditegaskan tidak bisa berjalan sendiri, melainkan butuh sinergi pentaheliks antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, instansi vertikal, perbankan, akademisi, komunitas, dan masyarakat.
Di akhir sambutan, Pemprov mengajak seluruh masyarakat Maluku untuk hadir, meramaikan, dan memberikan dukungan nyata dengan cara membeli serta bangga menggunakan produk-produk lokal.
"Mari kita terus melangkah bersama dengan semangat Manggurebe. Bekerja bersama, bergerak bersama, dan maju bersama untuk membangun perekonomian Maluku yang semakin inklusif, berdaya tahan, dan berdaya saing. For Maluku Pung Bae," pungkasnya.
(H.R)








































Komentar via Facebook