AKSI HEROIK DI JMP BERBUAH PENGHORMATAN: KODAM XV/PATTIMURA ANGKAT SERTU KAMARUDIN SEBAGAI WAJAH PRAJURIT PENYELAMAT NYAWA
AKSI HEROIK DI JMP BERBUAH PENGHORMATAN: KODAM XV/PATTIMURA ANGKAT SERTU KAMARUDIN SEBAGAI WAJAH PRAJURIT PENYELAMAT NYAWA
Ambon, Tribunnusantara-web.id Di tengah maraknya berita pelanggaran aparat yang kerap menggerus kepercayaan publik, Kodam XV/Pattimura justru menampilkan wajah berbeda. Senin (11/5/2026), institusi militer di Maluku itu secara terbuka memberikan penghargaan kepada Sertu Kamarudin — prajurit yang tanpa ragu mempertaruhkan diri demi menyelamatkan seorang wanita yang hendak mengakhiri hidupnya di Jembatan Merah Putih.
Penghargaan diserahkan dalam upacara resmi yang dipimpin Brigjen TNI Dr. Nefra Firdaus mewakili Pangdam XV/Pattimura di Lapangan Makodam Ambon. Momen itu bukan sekadar seremoni rutin, tetapi penegasan bahwa keberanian dan kemanusiaan masih hidup di tubuh prajurit Pattimura.11/05/2026
Aksi Sertu Kamarudin sebelumnya viral setelah dirinya bergerak cepat menggagalkan percobaan bunuh diri seorang wanita yang hendak melompat ke laut dari JMP. Tanpa menunggu komando, tanpa memikirkan risiko, ia memilih bertindak saat detik-detik nyawa seseorang berada di ujung kehancuran.
Dalam amanat tertulis yang dibacakan Kasdam, Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Dody Triwinarto menegaskan bahwa tindakan Sertu Kamarudin adalah representasi sejati prajurit rakyat.
“Tindakan cepat, sigap, dan penuh kepedulian yang ditunjukkan Sertu Kamarudin dalam menyelamatkan nyawa sesama adalah cerminan jati diri prajurit Pattimura yang sesungguhnya,” tegas Pangdam.
Namun penghargaan ini sesungguhnya membawa pesan yang lebih keras ke dalam tubuh institusi: prajurit yang dibutuhkan rakyat hari ini bukan hanya yang kuat memegang senjata, tetapi yang hadir ketika masyarakat berada di titik paling gelap kehidupannya.
Kodam XV/Pattimura juga mengingatkan seluruh personel agar tidak mencoreng institusi dengan pelanggaran, aroganisme, maupun penyalahgunaan media sosial. Disiplin, profesionalisme, dan sikap humanis ditegaskan sebagai harga mati.
Di saat sebagian orang memilih merekam tragedi demi konten, Sertu Kamarudin memilih melompat menyelamatkan nyawa. Dan dari atas podium kehormatan Kodam XV/Pattimura, pesan itu dikirim keras kepada seluruh prajurit: rakyat tidak butuh aparat yang hanya gagah di barak, tetapi yang hadir nyata saat manusia lain hampir kehilangan harapan.
(*****)








































Komentar via Facebook