AMBON SIAP PUNYA RS MILIK PEMKOT, BPJS KAWAL LANGSUNG AGAR TERINTEGRASI JKN, Target keaktifan peserta dikejar.
AMBON,Tribun-nusantara.web.id Kamis (25/6/2026), Kabar penting datang dari Balai Kota. Ambon segera punya rumah sakit milik Pemerintah Kota sendiri yang langsung terkoneksi dengan BPJS Kesehatan.
Hal itu ditegaskan Deputi Direksi Wilayah IX BPJS Kesehatan, Asyraf Mursalina, ST., MBA usai Media Gathering BPJS Cabang Ambon yang berlangsung di Inces Cafe Resto AY Paty, Ambon.
“Di Ambon banyak RS Kemenkes dan Pemprov, tapi Pemkot belum punya. Ini itikad baik dari Pemkot untuk tambah satu rumah sakit,” kata Asyraf yang juga selesai Hearing bersama Wakil Walikota Ambon .
Wakil Wali Kota minta BPJS ikut kawal sejak persiapan. “Supaya saat diresmikan, RS ini langsung bisa layani masyarakat Ambon dan penjaminannya lewat BPJS,” ujarnya.
Asyraf juga buka data. Tingkat keaktifan peserta JKN di Maluku sudah 85%. Namun Kota Ambon masih tertinggal di bawah 80%.
“Artinya banyak warga punya kartu tapi tidak aktif. Ada yang nunggak iuran, ada juga yang dulu ditanggung pemerintah lalu dinonaktifkan dan belum daftar ulang,” jelasnya.
Ibu Wakil Wali Kota berkomitmen cari jalan keluar. “Targetnya Ambon naik dan capai status Wajar Prioritas.”
Sehari sebelumnya, BPJS bertemu Forum Komunikasi dan Kemitraan yang dipimpin Sekda Maluku. Isu utama: defisit faskes dan krisis tenaga medis.
“Pemprov mau datangkan dokter spesialis. Baru sebulan kerja, dokternya harus lanjut sekolah. Cari pengganti susahnya luar biasa,” ungkap Asyraf.
BPJS dan Pemda sepakat bikin daftar inventaris masalah. “Kondisi Maluku tidak bisa disamakan dengan daerah lain. Ini akan kami bawa ke pembuat kebijakan di pusat. Butuh pendekatan khusus untuk wilayah kepulauan.”
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Ambon, Indira Azis Rumalutur, http://S.Si., MM., AAK, menegaskan peran media.
“Saya minta dukungan rekan media. Dua jalur utama kami sebar informasi ke masyarakat: media dan mahasiswa,” kata Indira.
Ia akui kemitraan pasti ada dinamika. “Tapi dengan komunikasi dan koordinasi, kita bisa cari solusi bersama untuk kepentingan bersama.”
Dengan rencana RS baru, pembenahan kepesertaan, dan advokasi SDM ke pusat, Ambon bersiap rombak total layanan kesehatannya.
(H.R)








































Komentar via Facebook