Anak Negeri Ekadide Gelar Diskusi Literasi: Gaungkan Budaya, Inovasi, dan Konservasi di Nabire
Nabire, TribunNusantara.web.id | Suasana Kalibobo, Nabire, Minggu (7/9), dipenuhi semangat intelektual muda dan pemuda Ekadide yang berkumpul dalam acara Literasi dan Diskusi Terbuka Anak Negeri Ekadide. Mereka membahas berbagai isu penting, mulai dari pemanfaatan teknologi digital hingga pelestarian budaya dan lingkungan.
Intelektual muda Ekadide, Sepanya Degei, S.Ip, menekankan pentingnya keterampilan abad ke-21 bagi generasi penerus. “Generasi muda Ekadide harus membekali diri dengan kemampuan pemecahan masalah, berpikir kritis, komunikasi, dan kolaborasi agar mampu menghadapi tantangan masa depan,” tegasnya.
Sementara itu, pemuda penggiat generasi muda, Isak Degei, menyoroti peluang wirausaha lokal. Menurutnya, potensi daerah Ekadide bisa dikembangkan menjadi produk dan layanan inovatif yang tidak hanya bernilai ekonomi tetapi juga menjaga jati diri budaya.
Dari sisi pelestarian budaya, Eliaser Degei, Kepala Kampung muda asal Paniai, mengingatkan pentingnya memahami tradisi, kesenian, serta kearifan lokal. Ia juga mengajak generasi muda untuk merancang aksi nyata menjaga kelestarian alam.
“Budaya dan lingkungan adalah identitas yang harus dijaga bersama,” ujarnya.
Hal senada disampaikan intelektual muda Nopias Degei, S.Kep. Ia menekankan bahwa toleransi dan penghormatan terhadap keberagaman adalah pilar persatuan bangsa, termasuk di tanah Ekadide.
Sementara itu, aktivis komunitas Ekadide, Yunus Gobai, mendorong keterlibatan sosial generasi muda dalam pengambilan keputusan publik. Ia juga menyoroti pentingnya program pengabdian masyarakat yang bisa dijalankan pemuda, seperti peningkatan pendidikan, dukungan produk lokal, hingga kegiatan sosial.
Diskusi ini tidak hanya menjadi ruang bertukar gagasan, tetapi juga momentum untuk mengkonsolidasikan peran generasi muda Ekadide sebagai agen perubahan. Dari literasi, inovasi, hingga konservasi, suara mereka menegaskan bahwa masa depan Ekadide ada di tangan anak negeri sendiri.
Writter : Jeri P. Degei | Editor : Red








































Komentar via Facebook