Angka Kematian Ibu di Maluku Tenggara Masih Tinggi, Dinkes Siapkan Langkah Darurat

Avatar photo

Tribun Nusantara

, 09 Juni 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Angka Kematian Ibu di Maluku Tenggara Masih Tinggi, Dinkes Siapkan Langkah Darurat

Angka Kematian Ibu di Maluku Tenggara Masih Tinggi, Dinkes Siapkan Langkah Darurat

Langgur, Tribunnusantara-web.id – Dinas Kesehatan Kabupaten Maluku Tenggara menempatkan penurunan angka kematian ibu (AKI) sebagai salah satu prioritas utama pembangunan kesehatan daerah dalam lima tahun ke depan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Maluku Tenggara, Muhsin Rahayaan, mengungkapkan angka kematian ibu di daerah itu masih mencapai 162,95 per 100.000 kelahiran hidup atau jauh di atas target nasional yang ditetapkan Kementerian Kesehatan.

“Target nasional berada di bawah 122 per 100.000 kelahiran hidup, sementara kita masih berada di angka 162,95. Ini menjadi perhatian serius,” kata Muhsin saat memaparkan Profil Kesehatan dan Rencana Strategis Dinas Kesehatan Maluku Tenggara di Ballroom Aurelia Hotel Langgur Selasa (9/6) siang.

Menurutnya, tingginya angka kematian ibu tidak terlepas dari kondisi geografis Maluku Tenggara yang terdiri atas pulau-pulau dengan akses transportasi yang masih terbatas.

Banyak kasus persalinan yang harus ditangani dalam kondisi darurat karena keterlambatan rujukan maupun sulitnya akses menuju fasilitas kesehatan.

Selain itu, masih terdapat persalinan yang dilakukan di luar fasilitas kesehatan. Data Dinas Kesehatan menunjukkan cakupan persalinan di fasilitas kesehatan baru mencapai 68,3 persen.

Muhsin menjelaskan bahwa peningkatan kualitas pelayanan antenatal care (ANC), penguatan kompetensi bidan, serta percepatan penanganan kegawatdaruratan maternal menjadi fokus utama pemerintah daerah.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, sebanyak 93 bidan telah ditingkatkan kompetensinya melalui pendidikan profesi di Poltekkes Kemenkes Makassar.

“Kami ingin seluruh bidan memiliki kemampuan yang lebih baik dalam menangani kasus-kasus kegawatdaruratan ibu dan bayi,” ujarnya.

Dinas Kesehatan juga akan melakukan evaluasi rutin terhadap capaian pelayanan kesehatan ibu di seluruh puskesmas sebagai langkah percepatan penurunan angka kematian ibu dan bayi.

Muhsin menegaskan bahwa keselamatan ibu dan anak menjadi salah satu indikator utama keberhasilan pembangunan kesehatan di Kabupaten Maluku Tenggara hingga tahun 2030.

Editor : Bruce Elang