Api Mengamuk di Jalur Mitimber-Bomberay, Asap Tebal Bikin Jarak Pandang Tinggal 5 Meter

Avatar photo

Tribun Nusantara

, 28 Agustus 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Api Mengamuk di Jalur Mitimber-Bomberay, Asap Tebal Bikin Jarak Pandang Tinggal 5 Meter

Fakfak, TribunNusantara.web.id | Kebakaran hutan dan lahan kembali mengganas di Kabupaten Fakfak. Kali ini, api muncul di sisi kanan ruas jalan dari Jembatan Kali Mitimber menuju Distrik Bomberay, Jumat malam, 28 Agustus 2026.

Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi sekitar pukul 19.22 WIT. Titik kebakaran berada kurang lebih satu kilometer dari ujung Jembatan Kali Mitimber ke arah Bomberay.

Kobaran api yang terus membesar dengan cepat menghasilkan kepulan asap tebal. Dalam hitungan waktu, asap menyelimuti badan jalan dan membuat kondisi di jalur tersebut berubah drastis.

Jarak pandang pengendara dilaporkan hanya tersisa sekitar lima meter.

Situasi itu tentu sangat berbahaya, terutama bagi pengendara yang melintas pada malam hari. Pandangan yang terbatas akibat asap pekat berpotensi memicu kecelakaan lalu lintas apabila pengendara tidak meningkatkan kewaspadaan.

Melihat kondisi tersebut, pewarta TribunNusantara.web.id segera melakukan koordinasi dan melaporkan kejadian itu kepada Koordinator Posko BPBD yang berkedudukan di Bomberay SP 6, Fredy Renyaan.

Laporan tersebut langsung ditindaklanjuti. Tak berselang lama, satu tim personel BPBD diterjunkan menuju lokasi kebakaran.

Petugas bergerak cepat melakukan penanganan dan upaya pemadaman untuk mencegah api meluas ke kawasan lain. Namun, kondisi di lapangan tidak mudah.

Angin dan material lahan yang kering membuat api lebih cepat menjalar. Petugas pun harus berjibaku di tengah kondisi gelap dan kepulan asap untuk mengendalikan kobaran api.

Hingga berita ini diturunkan, tim BPBD masih berada di lokasi dan terus melakukan upaya pemadaman serta pengendalian agar api dapat dipadamkan sepenuhnya.

Peristiwa ini kembali menjadi peringatan bahwa ancaman kebakaran hutan dan lahan masih membayangi sejumlah wilayah di Fakfak, terutama di tengah kondisi lahan yang kering dan mudah terbakar.

BPBD Fakfak mengimbau masyarakat untuk tetap siaga dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

Masyarakat juga diharapkan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama membakar lahan atau meninggalkan sumber api di kawasan rawan.

Sementara itu, para pengendara yang melintas di jalur Jembatan Kali Mitimber-Bomberay diminta untuk ekstra hati-hati. Penggunaan lampu kendaraan, pengurangan kecepatan, serta menjaga jarak aman menjadi langkah penting untuk menghindari kecelakaan saat melintasi kawasan yang masih terdampak asap.

Di tengah gelapnya malam dan kepulan asap yang menutup pandangan, petugas BPBD masih terus berjibaku. Pertarungan melawan api belum sepenuhnya berakhir.
 

Writter: ASAH | Editor: Den