Arnold Ritiauw: Putra Maluku di Balik Reformasi Pendidikan Akmil dan Strategi Pertahanan Nasional

Avatar photo

Tribun Nusantara

, 15 November 2025

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Arnold Ritiauw: Putra Maluku di Balik Reformasi Pendidikan Akmil dan Strategi Pertahanan Nasional

Jakarta, TribunNusantara.web.id | Di kalangan perwira TNI Angkatan Darat, nama Mayjen TNI Arnold Aristoteles Paplapna Ritiauw menempati tempat tersendiri. Perwira lulusan Akademi Militer tahun 1991 itu, yang sejak 31 Juli 2025 dipercaya sebagai Tenaga Ahli Pengajar Bidang Strategi di Lemhannas, dikenal sebagai figur teknokrat militer yang lama ditempa di dua dunia: operasi pasukan khusus dan manajemen pertahanan.

Arnold lahir pada 10 Maret 1969. Ia merupakan putra asli Maluku, berasal dari Teon Nila Serua, Maluku Tengah. Karakternya yang tenang dan sistematis banyak dihubungkan dengan latar kecabangannya—Zeni—meski sebagian besar karier awalnya justru ditempa di lingkungan Kopassus. Dari satuan elite inilah naluri kepemimpinan lapangannya tumbuh.

Pendidikan militernya berlapis: Sussarcab Zeni (1991), Selapa Zeni (1998), Seskoad (2005), Sesko TNI (2015), hingga berbagai kursus komando, para dasar, pendidikan calon komandan batalyon dan distrik, serta pendidikan khusus perencanaan pertahanan. Jejak pendidikan yang menunjukkan perpaduan antara prajurit lapangan dan perancang strategi.

Karier Arnold pun panjang dan terstruktur. Ia pernah menjadi Dan Unit 3/2 Yon Grup 1 Kopassus, Pasi 4/Log Yon 12 Grup 1, hingga Kazi Grup 1 Kopassus. Pengalamannya di bidang logistik membuatnya banyak terlibat dalam desain dukungan operasi satuan elite tersebut.

Pada 2007, kariernya menanjak ketika diangkat menjadi Komandan Batalyon Zeni Tempur 3/Yudha Wyogrha. Dua tahun kemudian ia dikirim sebagai Dansatgas Zeni TNI Konga XX-G/Monuc di bawah misi PBB di Republik Demokratik Kongo. Pengalaman internasional ini kelak memperkaya perspektifnya dalam manajemen operasi dan hubungan sipil-militer.

Sekembalinya ke tanah air, Arnold dipercaya menjadi Dandim 0609/Kabupaten Bandung, sebelum naik ke berbagai posisi staf strategis seperti Pabandya Anev di Srenad, Kainfolahtadam XVII/Cenderawasih, serta Aslog Kasdam XVII/Cenderawasih. Pada 2016, ia ditarik ke Pattimura sebagai Staf Ahli Pangdam Bidang Manajemen Pertahanan.

Karier teritorialnya berlanjut saat Arnold ditunjuk sebagai Kasrem 121/Alambhana Wanawai (2017), lalu Danrem 133/Nani Wartabone (2018), dan Danrem 151/Binaiya (2020). Pola penugasan yang menyebar dari Papua, Maluku, Gorontalo hingga Jawa Barat membuatnya akrab dengan dinamika sosial, politik, dan keamanan di berbagai wilayah.

Pada 2022, Arnold mendapat amanah sebagai Ir Divisi Infanteri 3/Kostrad, sebelum akhirnya kembali ke Magelang pada 2024 sebagai Inspektur Akademi Militer. Setahun kemudian ia resmi dilantik sebagai Gubernur Akmil, memimpin lembaga pendidikan tertua dalam sistem pertahanan Indonesia.

Di Akmil, Arnold dikenal mendorong penguatan kurikulum kepemimpinan dan literasi teknologi, dua hal yang menurutnya menjadi kebutuhan mendesak bagi perwira masa depan. Para perwira muda mengenangnya sebagai pemimpin yang senang turun langsung, lebih memilih berdialog ketimbang memberi instruksi kaku.

Kini, sebagai Tenaga Ahli Pengajar Bidang Strategi Lemhannas, Arnold membawa seluruh pengalaman operasional dan pendidikan itu ke ruang perumusan kebijakan strategis.

Di lembaga yang membentuk kader pemimpin nasional lintas sektor itu, ia dipercaya memperkuat pemikiran strategis dan konsep ketahanan nasional yang adaptif.

Dari Teon Nila Serua hingga markas besar pendidikan strategis negara, perjalanan Arnold Ritiauw menjadi contoh bagaimana seorang prajurit daerah dapat menapak jauh dalam struktur pertahanan tanpa kehilangan akar identitasnya. Sebuah perjalanan panjang, yang tampaknya belum selesai.

 

(BR)