Aroma Busuk MTQ XXX Papua Tengah 2024 Kian Menyengat: Dugaan Laporan Fiktif hingga Permainan Jabatan Mulai Terbongkar
Aroma Busuk MTQ XXX Papua Tengah 2024 Kian Menyengat: Dugaan Laporan Fiktif hingga Permainan Jabatan Mulai Terbongkar
Mimika. Tribunnusantara-web.id – Skandal dugaan laporan fiktif pertanggungjawaban keuangan MTQ XXX Papua Tengah Tahun 2024 kini mulai menyeruak ke permukaan dan memantik kemarahan publik. Nama Sekretaris Panitia, Abdul Syakur S.Pd, ikut terseret setelah diduga menjadi aktor penyusun laporan pertanggungjawaban bermasalah atas arahan Ketua Harian panitia.
Publik kini menilai pelaksanaan MTQ yang seharusnya menjadi ajang syiar keagamaan justru berubah menjadi panggung dugaan bancakan anggaran berjamaah.21/05/2026
Sumber internal yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan, penyusunan laporan pertanggungjawaban dilakukan secara tergesa-gesa di tengah situasi politik Pilkada. Kondisi itu memunculkan dugaan adanya rekayasa administrasi untuk menutupi aliran dana yang hingga kini tidak pernah dijelaskan secara terbuka kepada masyarakat.
“Anggaran miliaran rupiah habis ke mana publik tidak pernah tahu. Laporannya sampai sekarang gelap. Yang terlihat justru setelah MTQ selesai langsung muncul rolling jabatan,” ungkap sumber tersebut.
Tak hanya itu, dugaan praktik “jual beli jabatan” juga mulai menjadi perbincangan liar di tengah masyarakat. Publik mempertanyakan adanya dugaan keterkaitan kepentingan tertentu di balik pergantian jabatan yang terjadi pasca kegiatan MTQ.
Yang lebih mengundang kecurigaan, panitia MTQ dinilai sengaja bungkam terkait rincian dana bantuan dan sumbangan dari berbagai pihak, mulai dari PT Freeport Indonesia, Bank Papua, LPTQ Provinsi Papua Tengah, BUMN, perusahaan swasta hingga para donatur lainnya.
Besaran dana yang masuk disebut tidak kecil. Namun hingga hampir dua tahun berlalu, masyarakat Mimika tidak pernah disuguhi laporan terbuka mengenai ke mana anggaran itu mengalir dan siapa saja yang menikmati “kue-kue” proyek tersebut.
Kondisi ini memicu kemarahan warga yang menilai aparat penegak hukum di Mimika terkesan tutup mata. Kejaksaan dan Kepolisian dinilai lamban bahkan dianggap tidak bernyali membongkar dugaan skandal anggaran MTQ puluhan miliar rupiah itu.
“Kalau aparat di daerah tidak mampu, KPK harus turun tangan. Jangan tunggu kasus ini busuk total baru bergerak,” tegas seorang warga.
Publik pun mendesak Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Jaksa Agung ST Burhanuddin, hingga Komisi Pemberantasan Korupsi segera mengambil alih penanganan dugaan penyimpangan tersebut.
Masyarakat menilai kasus ini bukan lagi sekadar persoalan administrasi, melainkan dugaan serius yang berpotensi menyeret banyak pihak dalam pusaran korupsi berjamaah berkedok kegiatan keagamaan.
Jika dugaan ini benar, maka praktik tersebut dinilai telah mencoreng marwah MTQ sekaligus mengkhianati kepercayaan masyarakat Papua Tengah.
Hingga berita ini diterbitkan, Abdul Syakur maupun Ketua Harian panitia MTQ belum memberikan klarifikasi resmi terkait berbagai tudingan yang berkembang di publik.
Editor: Bruce Elang








































Komentar via Facebook