Bangunan GOR.Desa Sandai kiri Tingal Tunggul.
Ketapang, Tribunnusantara.web.id | Berdasarkan informasi dari warga tentang robohnya bangunan GOR (Gedung Olah Raga).pada saat di lapangan beberapa wartawan saat , kelokasi yang di laporkan masarakat yang ada sisak-sisak tunggul pada Juma'at 28/11.2025.
Sudah jadi polemik tentang Desa Sandai Kiri kecamatan sandai, kabupaten Ketapang,porpinsi Kalimatan Barat.
pembagunan GOR (Gedung Olah Raga) yang di bangun degan dana desa pada angaran tahu 2024, dengan biaya berdasar kan informasi sebanyak empat ratusan juta lebih Rp.(400.000.000.00)
Meskipun pembangunan GOR dapat berfungsi untuk kepentingan masyarakat, warga mengkritik keputusan kepala Desa,lokasi pembangunan yang nilai tidak tepat sasaran.
diharapkan, dari masyarakat.harus laporan secara tertulis namun tidak ada tindakan yang diambil oleh dinas terkait seperti Inspektorat, Pemdes, Kejaksaan, camat sandai malah terkesan di abaikan.
Sebelum di dirikan sudah setahun di laporkan sampai berita ini dinaikan bahkan terkesan dilindungi.
Tahun ini, Pemerintah Desa Sandai Kiri. hinga tanggal 3 September 2025 jam 15.20 wib.puncaknye dengan tanda robohnya bangunan GOR (Gedung Olah Raga )yang di bangun tahun 2024 dan ambruk di tahu 2025
harus mempertanggung jawabkan tentang hal ini dengan
nilai Rp.400.000.000,00.untuk pembangunan GOR di RT. 010 Dusun Natai Perak dan uang pembelian lahan (tanah)
Masyarakat sadai kiri menyuarakan dengan robohnya akibat ditiup angin ,keraguan mereka terhadap proyek ini,di nilai asal jadi akhirnya terjawab Proyek ini berpotensi merugikan negara,
Meskipun Kepala Desa Sandai Kiri, Harman Susandi, S.Sos udah terpilih dua kali. menyatakan keyakinannya bahwa proyek ini akan berjalan sesuai rencana, warga tetap bersikeras menolak pembangunan di atas lapangan sepak bola. Mereka berjanji akan terus mengawal permasalahan ini dan tidak akan membiarkan GOR dibangun di tanah milik masyarakat
Hingga berita ini diterbitkan, perdebatan mengenai lokasi pembangunan GOR terus berlanjut. Warga, tokoh masyarakat, OPSI, dan PMPKS (Persatuan Masyarakat Peduli Kecamatan Sandai ) tetap berdiri teguh dalam protes mereka, menuntut agar Pemerintah Desa Sandai Kiri Kabupaten Ketapang porpinsi Kalimantan Barat harus bertanggung jawab.tetang ambruknya bangunan karena uang pajak masyarakat.
Agustami








































Komentar via Facebook