Banjir Bandang Terjang Ohoi Fako, Pemkab Maluku Tenggara Pastikan Tak Ada Korban Jiwa

Avatar photo

Tribun Nusantara

, 23 Februari 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Banjir Bandang Terjang Ohoi Fako, Pemkab Maluku Tenggara Pastikan Tak Ada Korban Jiwa

Langgur, TribunNusantara.web.id | Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara bergerak cepat merespons banjir bandang yang menerjang Ohoi Fako, Kecamatan Kei Besar, pada Minggu pagi, 22 Februari 2026. Bupati Muhamad Thaher Hanubun memastikan peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun kerusakan berat.

Banjir terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Kei Besar sejak pagi hari. Luapan sungai yang melintas di permukiman warga menyebabkan air menggenangi sejumlah rumah dan memicu kepanikan sesaat di tengah masyarakat.

Begitu menerima laporan, Bupati memerintahkan Camat Kei Besar, Titus Betaubun, bersama aparat Ohoi Fako untuk segera melakukan pendataan terhadap rumah-rumah terdampak serta memastikan kondisi warga dalam keadaan aman.

Laporan resmi disampaikan Penjabat Kepala Ohoi Fako, Yoas Gomes Lutur, kepada Bupati pada Senin pagi, 23 Februari 2026. Dalam keterangannya, Lutur menyebut banjir yang terjadi sekitar pukul 07.00 WIT tidak menimbulkan korban jiwa maupun kerusakan signifikan.

“Kami melaporkan bahwa kejadian banjir kemarin di Ohoi Fako tidak menimbulkan korban jiwa. Tidak ada kerusakan rumah yang berarti. Hanya beberapa rumah yang sempat tergenang akibat luapan sungai,” ujar Lutur.

Ia menambahkan, seluruh rumah terdampak telah didata. Air yang sempat masuk ke dalam rumah warga kini telah surut. Masyarakat pun bergotong royong membersihkan sisa lumpur dan material yang terbawa arus.

Menurut Lutur, saat kejadian ia berada di lokasi untuk memantau langsung situasi dan memastikan keselamatan warga. Ia juga memastikan kondisi Ohoi Fako telah kembali kondusif.

Meski tidak menimbulkan kerugian besar, Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara tetap mengambil langkah antisipatif. Mengingat intensitas hujan di kawasan Kei Besar masih berpotensi tinggi, pemerintah daerah mengimbau warga—terutama yang bermukim di bantaran sungai—untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan banjir susulan.

Respons cepat dan koordinasi antara pemerintah kecamatan dan aparat ohoi dinilai menjadi faktor penting dalam pengendalian situasi. Tanpa korban jiwa dan kerusakan berarti, peristiwa ini menjadi pengingat bahwa kesiapsiagaan tetap menjadi kunci di wilayah rawan bencana.

 

(Evav)