Benhur Wattubun Hadiri Hari Pattimura di Salatiga, Bukti Kontribusi Anak Maluku Untuk Kota Toleransi

Avatar photo

Tribun Nusantara

, 02 Agustus 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Benhur Wattubun Hadiri Hari Pattimura di Salatiga, Bukti Kontribusi Anak Maluku Untuk Kota Toleransi

Ambon, Tribun-nusantara.web.id. Ketua DPRD Provinsi Maluku Benhur Wattubun menghadiri peringatan Hari Pattimura ke-209 di Salatiga, Jawa Tengah, Sabtu (1/8/2026). Kehadirannya bukan tanpa alasan.

kepada wartawan di Ambon, Benhur menyebut ada 3 alasan penting yang membuatnya terbang ke Salatiga di tengah padatnya agenda di Maluku.

Panitia awalnya hanya mengundang secara virtual lewat Zoom. Benhur memilih datang langsung dan bertatap muka.  

"Saya ingin hadir dan tatap muka langsung," tegasnya.

Peringatan tahun ini dipusatkan di Universitas Kristen Satya Wacana, UKSW.

Kampus itu, kata Benhur, punya andil besar bagi mahasiswa dari seluruh Indonesia, khususnya Indonesia Timur. 

"Dari 20 ribu mahasiswa UKSW, jumlah mahasiswa dari Maluku termasuk yang terbanyak. Kontribusi mereka besar menjadikan Salatiga sebagai Kota Toleransi nomor 1 di Indonesia," ujarnya.

Benhur mengaku punya agenda penting di Maluku pada Minggu sore dan Senin pagi. Namun peringatan 209 tahun Pattimura ia jadikan prioritas.  

"Karena penghargaan itu membuat saya jadikan Agenda Peringatan 209 Tahun Pattimura menjadi agenda penting saya," katanya.

Kehadiran Benhur di Salatiga juga membawa pesan politik dan moral. Ia ingin Indonesia melihat bahwa anak-anak Maluku dan Indonesia Timur punya peran besar dalam merawat toleransi.

"Paling tidak ini menjadi inspirasi dan ajakan bagi anak-anak Maluku di perantauan untuk tetap menjaga nama baik Maluku di mana saja kita berada," ucap Benhur.

Ia berharap semangat Pattimura yang lahir dari perlawanan terhadap ketidakadilan, kini diwujudkan dalam bentuk menjaga persatuan, toleransi, dan prestasi di tanah rantau.

Peringatan Hari Pattimura di Salatiga tahun ini menjadi simbol bahwa nilai kepahlawanan tidak berhenti di Maluku. Ia hidup dan diteruskan oleh generasi Maluku di berbagai daerah, termasuk lewat kontribusi nyata di kota-kota toleran seperti Salatiga.

(H.R)