BENNI K HARMAN: MAY DAY ADALAH SIMBOL PERJUANGAN BURUH, DARI TRAGEDI HAYMARKET HINGGA LIBUR NASIONAL DI INDONESIA
BENNI K HARMAN: MAY DAY ADALAH SIMBOL PERJUANGAN BURUH, DARI TRAGEDI HAYMARKET HINGGA LIBUR NASIONAL DI INDONESIA
Jakarta –Tribunnusantara-web.id Anggota Komisi III DPR RI, Benni K Harman, menegaskan bahwa peringatan Hari Buruh Internasional setiap 1 Mei bukan sekadar hari libur, melainkan simbol perjuangan panjang kaum pekerja melawan ketidakadilan.01/05/2026
Menurut Benni, sejarah May Day tidak bisa dilepaskan dari tragedi Haymarket Affair yang terjadi di Chicago, Amerika Serikat, pada tahun 1886. Saat itu, sekitar 300 ribu buruh melakukan aksi mogok kerja menuntut pengurangan jam kerja menjadi delapan jam sehari.
“Aksi yang awalnya damai berubah menjadi kerusuhan setelah terjadi bentrokan dengan aparat. Ledakan bom di tengah kerumunan memicu kekacauan yang menelan korban jiwa dari aparat dan warga sipil,” ujar Benni dalam keterangannya.
Pasca insiden tersebut, aparat melakukan penangkapan besar-besaran terhadap para pemimpin buruh. Sejumlah di antaranya dijatuhi hukuman berat, bahkan hukuman mati. Para korban kemudian dikenang sebagai martir perjuangan buruh dunia.
Peristiwa itu, lanjut Benni, memicu solidaritas global hingga akhirnya pada tahun 1889, Kongres Buruh Internasional di Paris menetapkan 1 Mei sebagai Hari Buruh Internasional.
Lebih lanjut, Benni menjelaskan bahwa perjalanan peringatan Hari Buruh di Indonesia juga mengalami dinamika. Pada masa Orde Lama, peringatan May Day dilakukan secara terbuka, namun di era Orde Baru sempat dilarang.
“Setelah reformasi, kebebasan berserikat kembali dijamin, termasuk bagi para pekerja untuk memperingati Hari Buruh,” katanya.
Ia juga menyoroti momentum penting pada masa pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono yang menetapkan 1 Mei sebagai hari libur nasional melalui Keputusan Presiden Nomor 24 Tahun 2013.
“Sejak 2014, May Day menjadi hari libur nasional dan diperingati secara luas di seluruh Indonesia. Ini bentuk pengakuan negara terhadap perjuangan kaum buruh,” tegasnya.
Benni menambahkan, peringatan Hari Buruh harus dimaknai sebagai pengingat bahwa hak-hak pekerja lahir dari perjuangan panjang dan pengorbanan besar.
“Jangan sekali-kali melupakan sejarah. Kesejahteraan yang dinikmati hari ini adalah hasil dari perjuangan panjang para buruh,” pungkasnya.
"Elang"








































Komentar via Facebook