Betaubun: Pendidikan Kristen di Kei Besar Harus Jadi Pilar SDM Unggul Maluku Tenggara

Avatar photo

Tribun Nusantara

, 19 Agustus 2025

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Betaubun: Pendidikan Kristen di Kei Besar Harus Jadi Pilar SDM Unggul Maluku Tenggara

Malra, TribunNusantara.web.id | 
Suasana hangat menyelimuti Ohoi Ohoinangan, Kecamatan Kei Besar, Selasa, 19 Agustus 2025. Di hadapan para pendidik, tokoh agama, dan pengurus yayasan, Asisten III Sekretariat Daerah Maluku Tenggara, Titus Betaubun, S.Sos., M.Si, tampil mewakili Bupati Maluku Tenggara untuk membuka Rapat Kerja ke-17 Yayasan Pembinaan Pendidikan Kristen J.B. Sitanala Cabang Kei Besar.

Dalam sambutan yang dibacakannya, Betaubun menegaskan pentingnya peran yayasan pendidikan dalam menjawab tantangan zaman.

Menurut dia, pendidikan Kristen di Kei Besar mesti menjadi bagian dari kekuatan Maluku Tenggara dalam membangun sumber daya manusia yang unggul.

“Pemerintah menempatkan sektor pendidikan pada posisi yang sangat penting. Itu dibuktikan dengan alokasi minimal 20 persen APBN dan APBD untuk membiayai penyelenggaraan pendidikan nasional,” ujarnya.

Namun, Betaubun tak menutup mata pada persoalan klasik yang masih membelit dunia pendidikan di Maluku. Data pemerintah menunjukkan kualitas pendidikan di provinsi ini masih tergolong rendah.

Akses yang terbatas, pemerataan yang belum merata, hingga keterbatasan guru berkualitas menjadi pekerjaan rumah yang tak ringan.

“Untuk memecahkan persoalan ini, sinergi antara sekolah negeri dan yayasan swasta harus terus diperkuat,” kata Betaubun, yang juga putra Kei Besar asal Ohoiel.

Ia menekankan, kehadiran sekolah-sekolah yayasan di Maluku Tenggara tetap vital. Selain dukungan anggaran pusat dan daerah, pemerintah daerah masih menempatkan guru PNS di sekolah yayasan.

“Perhatian ini perlu diteruskan, sebab yayasan telah banyak membantu pemerintah dalam peningkatan kualitas SDM.”

Di tengah perkembangan teknologi, Betaubun juga mengingatkan pentingnya adaptasi sekolah terhadap era digital.

Kini sebagian besar wilayah Maluku Tenggara telah terakses jaringan internet.

Kesempatan itu, menurutnya, harus dimanfaatkan untuk mendorong pembelajaran berbasis teknologi informasi.

“Mari perkenalkan siswa-siswi kita dengan teknologi. Siapa yang menguasai teknologi, dialah yang akan menguasai dunia,” tegasnya.

Ia lalu menutup sambutan dengan ajakan kolaboratif.

“Marilah kita bergandengan tangan, pemerintah dan yayasan, agar pendidikan di Maluku Tenggara melangkah lebih maju.”

Rapat Kerja ke-17 Yayasan J.B. Sitanala ini diharapkan menjadi ruang perenungan sekaligus perumusan strategi, agar lembaga pendidikan Kristen di Kei Besar semakin mampu beradaptasi dengan tuntutan modernitas tanpa kehilangan akar nilai yang telah diwariskan.

 

Writter : Bruce Elang