B.O Soal Isu Belatung di Program MBG: Jangan Ada Isu Murahan, Fokus pada Manfaatnya

Avatar photo

Tribun Nusantara

, 27 September 2025

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

B.O Soal Isu Belatung di Program MBG: Jangan Ada Isu Murahan, Fokus pada Manfaatnya

Sorong, TribunNusantara-web.id – Isu tentang adanya belatung dalam program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Tual menuai tanggapan dari salah satu warga Sorong, B.O.

Ia menilai kabar tersebut sengaja digoreng untuk membangun opini negatif dan melemahkan program strategis pemerintah.

Menurut B.O, klaim bahwa belatung menempel di dinding patut dipertanyakan.

“Belatung itu kan berasal dari telur lalat, jadi tidak mungkin menempel di dinding seperti rayap atau semut. Jangan sampai ada sakit hati atau iri hati lalu bangun isu murahan,” ujarnya.

B.O menduga ada pihak-pihak yang sengaja memainkan isu ini dengan motif tersembunyi.

Padahal, ia menegaskan, jika ada masalah, fokus seharusnya diarahkan pada kasus nyata seperti siswa yang keracunan makanan dan sudah ditangani di puskesmas maupun rumah sakit.

“Tapi kenyataannya semua bungkam, malah belatung yang didramatisasi,” katanya.

Lebih lanjut, ia menilai program MBG membawa dampak besar bagi masyarakat. Pasokan sayur, buah, dan hasil laut dari petani serta nelayan lokal terserap melalui program ini.

“Ini bukan hanya memberi makan anak-anak, tapi juga menghidupkan tenaga kerja, mulai dari juru masak, sopir pengantar makanan ke sekolah, sampai membuka peluang usaha. Kalau program dihentikan, siapa yang akan membuka lowongan kerja baru?” tegasnya.

B.O menekankan, MBG merupakan program strategis negara yang ditujukan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak dini.

Asupan bergizi, kata dia, berpengaruh langsung pada perkembangan otak anak, sekaligus meringankan beban ekonomi keluarga.

“Biaya makan siang anak sudah teratasi, orang tua bisa lebih tenang,” jelasnya.

Ia mengakui, di lapangan masih ada kekurangan teknis karena program ini baru berjalan. Namun, menurutnya, hal itu wajar.

“Namanya juga baru mulai, pasti ada evaluasi. Yang terpenting manfaatnya nyata bagi generasi penerus bangsa,” tutup B.O.

 

Writter : Bruce Elang