Buka Dialog Kebangsaan, Wali Kota Bodewin Wattimena Tegaskan Keberagaman Ambon Adalah Kekuatan, Bukan Alasan Terpecah

Avatar photo

Tribun Nusantara

, 11 Agustus 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Buka Dialog Kebangsaan, Wali Kota Bodewin Wattimena Tegaskan Keberagaman Ambon Adalah Kekuatan, Bukan Alasan Terpecah

AMBON,Tribun-nusantara.web.id. Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, secara resmi membuka kegiatan Dialog Kebangsaan "Bercerita Kota Ambon — For Ambon" yang berlangsung di Hotel Santika Premiere Ambon, Selasa (11/8/2026).

Dalam sambutannya, ia memuji inisiatif Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease serta menegaskan: keberagaman yang dimiliki Ambon adalah kekayaan luar biasa bukan pemisah, melainkan modal utama untuk melangkah maju bersama.

"Ambon memang kota kecil, tak sebanding luas dengan kota-kota besar lainnya. Namun satu hal patut kita syukuri: hampir seluruh suku, agama, dan etnik di Indonesia hidup berdampingan di sini. Keberagaman ini bukan hambatan, melainkan kekuatan luar biasa yang wajib kita jaga bersama," tegas Bodewin.

Ia mengibaratkan pembangunan kota bagaikan orkestra yang harmonis. Setiap pihak punya peran dan fungsi masing-masing. Jika ada yang mendahulukan ego dan ingin mendominasi, harmoni pasti runtuh. Namun jika semua menjalankan perannya dengan baik, keindahan dan kedamaian pasti terwujud.

Wali Kota menyampaikan tiga hal mendasar yang ingin ditanamkan melalui dialog ini:

-Pertama — Bangga Sejarah, Jadikan Penyemangat Bukan Kenangan Semata

Tahun ini Ambon genap berusia 451 tahun. Sebagai salah satu wilayah pertama yang menjadi bagian dari bangsa ini, Ambon menyimpan sejarah perjuangan yang panjang  dari Pattimura, Martha Christina Tiahahu, hingga para pahlawan lainnya. Pengorbanan mereka tak boleh sekadar jadi cerita masa lalu. Sejarah itu harus menjadi semangat kita berjuang di masa kini. Bukan lagi mengangkat bambu runcing melawan penjajah, melainkan bekerja jujur, taat aturan, dan berkontribusi nyata membangun kota. Jadilah pelaku sejarah yang baik, bukan mereka yang mencoreng nama baik Ambon.

-Kedua — Jangan Goyah Hanya Karena Suara Kecil di Media Sosial

Di era digital, tantangan menjaga persatuan justru datang dari hal-hal yang seharusnya menyatukan kita. Wali Kota mengingatkan agar warga tidak mudah terprovokasi ucapan segelintir orang di media sosial.

"Kalau hanya dua atau tiga orang berucap tidak baik di medsos, mengapa kita semua harus gelisah, merasa tersakiti, hingga merasa terasing dari bangsa sendiri? Jangan biarkan segelintir orang yang belum tentu paham sejarah Ambon membuat kita kehilangan rasa kebangsaan. Justru di sini kita tunjukkan jati diri Ambon yang sesungguhnya: ramah, bersaudara, dan tetap cinta tanah air," ujarnya dengan tegas.

Ia juga mengingatkan agar tidak menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya. Kabar yang tak teruji dapat merusak tatanan sosial dan merenggangkan persaudaraan. Sampaikan ketidaksetujuan dengan cara yang santun dan elegan — bukan dengan mencaci atau saling melapor tanpa dasar yang kuat.

-Ketiga — Wariskan Kebaikan, Bukan Perselisihan, kepada Generasi Mendatang

Tugas kita hari ini bukan sekadar menikmati kemerdekaan dan warisan leluhur, melainkan menjaga dan mewariskan kebaikan itu kepada anak cucu. Bangun persaudaraan yang kokoh, rawat lingkungan agar tetap indah dan lestari. Itu tanggung jawab bersama — pemerintah bekerja sebaik mungkin, masyarakat turut mendukung dan mengingatkan dengan cara yang baik.

Di akhir sambutan, Wali Kota Bodewin menegaskan inti seluruh pesannya: persatuan dan kesatuan harus berdiri di atas segala kepentingan pribadi maupun kelompok.

"Kita semua berbeda latar belakang, namun di Ambon kita tinggal bersama, mencari nafkah bersama, bersekolah bersama. Pemerintah hadir untuk semua, tanpa membedakan siapa dan dari mana. Mari kita tinggalkan sifat saling memilah dan memisahkan wilayah. Bangun Ambon dengan pikiran yang luas dan terbuka," ajaknya.

"Jika setiap pihak menjalankan tanggung jawabnya masing-masing dengan baik, yakinlah Kota Ambon akan semakin baik. Ambon yang damai, toleran, dan berkelanjutan — itulah cita-cita kita bersama. Semoga dialog ini melahirkan kesamaan pandang: satu tekad, menjaga Ambon. Ambon Pung Bae!" pungkasnya disambut tepuk tangan meriah seluruh peserta.

Kegiatan ini dihadiri oleh Kapolresta P Ambon dan PP Lease, Ketua DPRD kota Ambon, Ketua TP-PKK Kota Ambon, Ketua Cabang Bhayangkari Polresta Ambon, Kasdim 1504/Ambon, Sekkot Ambon, Perwakilan Kejaksaan Negeri Ambon, Para Raja Se-Kota Ambon, Lurah.

(H.R)