Buka Festival Jukulele Sirimau 2026, Ely Toisuta: Musik Adalah Identitas dan Pemersatu Ambon

Avatar photo

Tribun Nusantara

, 10 Agustus 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Buka Festival Jukulele Sirimau 2026, Ely Toisuta: Musik Adalah Identitas dan Pemersatu Ambon

AMBON,Tribun-nusantara.web.id. Semangat Ambon City of Music kembali menggema dari Gedung Taman Budaya, Karang Panjang. Wakil Wali Kota Ambon, Ely Toisuta, secara resmi membuka Lomba Festival Jukulele Tingkat Kecamatan Sirimau Tahun 2026 pada Senin (10/8/2026).

Festival ini menjadi panggung kreativitas sekaligus bukti nyata komitmen Kota Ambon dalam menjaga warisan budaya dan memperkuat identitasnya di mata dunia.

Acara ini turut dihadiri oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Provinsi Maluku, perwakilan PT PLN (Persero) Wilayah Maluku dan Maluku Utara, perwakilan Ketua TP PKK Kota Ambon, perwakilan Bank Indonesia, Camat Sirimau, serta para Lurah se-Kecamatan Sirimau.

Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Ely Toisuta mengingatkan kembali momentum bersejarah tahun 2019 saat UNESCO menetapkan Ambon sebagai bagian dari UNESCO Creative City Network dengan predikat City of Music.

Menurutnya, predikat tersebut bukan sekadar penghargaan, melainkan tanggung jawab besar.

"Bagi masyarakat Ambon dan Maluku, musik bukan sekadar hiburan. Musik adalah jalan hidup, ekspresi budaya, dan media yang mampu mempertemukan berbagai perbedaan," ujar Ely.

Secara khusus, Ely menyoroti alat musik jukulele yang memiliki kedekatan emosional dengan masyarakat setempat. Jukulele dinilai tidak hanya menghasilkan melodi yang indah, tetapi juga membawa nilai kebersamaan, kreativitas, dan semangat menjaga warisan lokal. Beliau juga memberikan apresiasi tinggi kepada panitia yang telah membuka ruang bagi generasi muda untuk mengekspresikan bakat mereka.

Sebagai pusat pemerintahan, perdagangan, dan budaya yang dinamis di Kota Ambon, Kecamatan Sirimau dinilai menjadi lokasi yang sangat strategis untuk menggelar acara ini. Ely menegaskan bahwa festival ini bukan sekadar kompetisi untuk mencari juara, melainkan ruang silaturahmi untuk membangun karakter dan memperkuat persaudaraan.

Lebih lanjut, Wakil Wali Kota memaparkan tiga poin penting yang didorong melalui festival ini:

1.Memperkuat Potensi dan Kreativitas Lokal: Menjadi wadah bagi para peserta untuk menunjukkan karya terbaik. Dari ruang-ruang seperti inilah potensi baru dan generasi berprestasi akan lahir.

2.Mempererat Kebersamaan Masyarakat: Menjadi sarana pemersatu dari tingkat desa, negeri, kelurahan, hingga kecamatan.

"Berbeda kelompok atau pilihan dalam lomba, kita tetap satu sebagai masyarakat Kota Ambon," tegasnya.

3.Menggerakkan Perekonomian Warga: Mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dengan melibatkan pelaku UMKM dan pedagang kecil di sekitar lokasi acara, sehingga seni budaya membawa dampak finansial nyata.

Di akhir sambutannya, Pemerintah Kota Ambon menyampaikan terima kasih yang mendalam kepada PT PLN (Persero) Maluku dan Maluku Utara serta Kanwil Kemenkumham Maluku atas dukungan penuh mereka. Apresiasi khusus juga diberikan atas bantuan yang disalurkan kepada para pelaku UMKM.

Ely berharap aksi nyata ini dapat memicu instansi dan BUMN lain di Kota Ambon untuk terus mengulurkan tangan membantu UMKM lokal yang membutuhkan.

"Selamat bertanding kepada seluruh peserta. Tampilkan kemampuan terbaik dan junjung tinggi sportivitas. Kemenangan sejati adalah keberanian untuk tampil dan belajar. Mari kita buktikan bahwa musik mampu menyatukan perbedaan dan menyebarkan perdamaian. Dari Ambon City of Music, mari kita bergema hingga ke berbagai penjuru dunia!" tutup Ely Toisuta memotivasi.

(H.R)