Buka Pembinaan Kerukunan Umat Beragama, Bupati Malra Ajak Warga Rawat Toleransi dan Nilai Ain Ni Ain

Avatar photo

Tribun Nusantara

, 30 Desember 2025

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Buka Pembinaan Kerukunan Umat Beragama, Bupati Malra Ajak Warga Rawat Toleransi dan Nilai Ain Ni Ain

Buka Pembinaan Kerukunan Umat Beragama, Bupati Malra Ajak Warga Rawat Toleransi dan Nilai Ain Ni Ain

 

Langgur, Tribunnusantara-web.id Bupati Maluku Tenggara Muhammad Thaher Hanubun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus merawat toleransi dan memperkuat kerukunan antarumat beragama sebagai fondasi menjaga kedamaian dan keutuhan daerah.

Ajakan tersebut disampaikan Bupati saat membuka kegiatan Pembinaan Kerukunan Umat Beragama dalam Bingkai Ain Ni Ain Tahun 2025 di Langgur, Senin (30/12/2025).

Menurut Thaher Hanubun, kerukunan tidak lahir dengan sendirinya, tetapi harus dibangun melalui sikap saling menghormati, tenggang rasa, dan kerja sama di tengah perbedaan agama, suku, dan budaya.

“Kerukunan menuntut kita menerima perbedaan, tidak memaksakan kehendak, serta hidup berdampingan secara damai sebagai satu keluarga besar Maluku Tenggara,” ujar Bupati.

Ia menjelaskan, pilar utama kerukunan umat beragama meliputi toleransi terhadap perbedaan keyakinan, saling menghormati kebebasan beribadah, sikap saling pengertian, gotong royong dalam kehidupan sosial, serta kesetaraan hak setiap warga negara sebagaimana dijamin Pancasila dan UUD 1945.

Dalam implementasinya, Bupati menekankan pentingnya menjaga ucapan dan perilaku agar tidak menyinggung keyakinan orang lain, menyelesaikan persoalan melalui musyawarah, serta mendukung program pemerintah demi terciptanya ketertiban dan stabilitas daerah.

Thaher Hanubun juga menyoroti mulai terkikisnya nilai-nilai kearifan lokal masyarakat Kei yang sejak dahulu menjadi perekat persaudaraan, sebagaimana pesan leluhur Evav-Kei tentang hidup rukun, saling menghormati, dan bergotong royong.

“Kita harus kembali merawat nilai adat dan budaya melalui sikap, kebiasaan, dan tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari,” tegasnya.

Ia berharap kegiatan pembinaan ini mampu melahirkan gagasan-gagasan segar, khususnya dari generasi muda, untuk menghadapi berbagai tantangan sosial dan kemanusiaan, sehingga Maluku Tenggara tetap menjadi daerah yang damai, rukun, dan harmonis."tutup Hanubun.