Bulog Maluku Genjot Swasembada Pangan, Serapan Gabah Lokal Melonjak 10 Kali Lipat
AMBON,Tribun-nusantara.web.id. Perum Bulog Maluku dan Maluku Utara berkomitmen penuh untuk mendorong terciptanya swasembada pangan yang berkelanjutan di wilayah Maluku. Langkah strategis ini dinilai tidak bisa berdiri sendiri, melainkan butuh sinergi kuat lintas instansi. Hal ini ditegaskan oleh Manajer Pengadaan dan Operasi Perum Bulog Maluku dan Maluku Utara, Abdulaziz, usai menghadiri rapat kerja bersama Komisi II DPRD Provinsi Maluku di Kantor DPRD Maluku, Karang Panjang, Ambon, Kamis (13/8/2026)
."Kami sangat bersyukur atas ruang diskusi ini karena menyangkut pembangunan pertanian secara komprehensif dan berkelanjutan. Masalah swasembada pangan tidak bisa diselesaikan oleh satu instansi saja, ini adalah kerja sinergi dan kolaboratif," ujar Abdulaziz.
Abdulaziz mengakui bahwa produksi beras di Maluku saat ini belum mampu memenuhi seluruh total kebutuhan masyarakat. Untuk menutupi celah tersebut, Bulog masih mendatangkan pasokan dari daerah lumbung padi seperti Sulawesi Selatan dan Jawa Timur.Meski demikian, tren pengadaan pangan lokal menunjukkan grafik yang sangat positif. Kerja keras petani dan Bulog tahun ini membuahkan hasil yang signifikan melalui lonjakan penyerapan hasil panen dalam daerah.
"Peningkatan pengadaan lokal naik cukup besar, bahkan mencapai 10 kali lipat dibanding tahun lalu. Penyerapan gabah lokal saat ini sudah menyentuh angka 10.000 ton. Dari jumlah itu, setelah diproses, kami mengamankan lebih dari 6 ton stok beras siap salur untuk program bantuan pangan serta beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan)," jelasnya.
Strategi Ganda: Intensifikasi dan Ekstensifikasi Lahan
Keterbatasan produksi saat ini dinilai wajar karena banyaknya lahan pertanian yang baru dibuka di Maluku. Namun, Abdulaziz optimis target swasembada mandiri dapat tercapai di masa depan berkat penerapan strategi ganda di sektor hulu. Pemerintah dan pihak terkait tengah fokus menjalankan program intensifikasi dan ekstensifikasi pertanian sekaligus.
Langkah konkritnya meliputi:
-Perluasan area melalui pembukaan lahan-lahan pertanian baru.
-Perbaikan infrastruktur utama seperti sistem irigasi.
-Modernisasi pertanian dengan menerapkan pola penanaman yang lebih modern untuk mendongkrak produktivitas.
Masyarakat Maluku tidak perlu khawatir mengenai ketersediaan pangan dalam waktu dekat. Abdulaziz memastikan bahwa ketahanan stok beras di gudang Bulog saat ini berada dalam kondisi yang sangat aman."Stok Bulog saat ini ada sekitar 17.000 ton. Jumlah ini akan dialokasikan untuk penyaluran bantuan pangan sekitar 7.000 ton lebih. Sisa stok sebesar 10.000 ton dipastikan sangat cukup untuk mengamankan kebutuhan pemenuhan pangan masyarakat selama 3 bulan ke depan," pungkasnya.
(H.R)








































Komentar via Facebook