Bupati Malra Ajak Warga Jadikan Maulid 1448 H Momentum Rawat Ain Ni Ain dan Perdamaian
Bupati Malra Ajak Warga Jadikan Maulid 1448 H Momentum Rawat Ain Ni Ain dan Perdamaian
Maluku Tenggara Tribunnusantara-web.id — Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah/2026 Masehi di Kabupaten Maluku Tenggara menjadi momentum untuk memperkuat nilai keagamaan, persaudaraan, kerukunan dan perdamaian di tengah masyarakat.
Dalam sambutannya, Bupati Maluku Tenggara Thaher Hanubun mengajak seluruh masyarakat untuk tidak menjadikan Maulid Nabi sekadar agenda seremonial, tetapi sebagai momentum untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW dan mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari.
Mengusung semangat “Rasulullah SAW Teladan Kita, Ain Ni Ain Perekat Kita, Persaudaraan dan Kedamaian Kekuatan Maluku Tenggara,” Bupati menekankan pentingnya menjaga persatuan masyarakat di tengah berbagai perbedaan.4/9/26
Menurutnya, Rasulullah SAW telah memberikan keteladanan tentang kejujuran, amanah, kesabaran, kasih sayang, keadilan serta bagaimana membangun persaudaraan di tengah keberagaman.
“Maulid Nabi bukan sekadar mengenang sejarah kelahiran Rasulullah SAW. Lebih dari itu, Maulid harus menjadi momentum untuk menghidupkan kembali keteladanan beliau dalam kehidupan kita,” pesan Thaher.
Ain Ni Ain Harus Dihidupkan dalam Kehidupan
Bupati menegaskan, Ain Ni Ain bukan hanya ungkapan budaya masyarakat Kei, tetapi merupakan nilai sosial dan moral yang harus terus dipelihara.
Semangat Ain Ni Ain, kata dia, mengajarkan masyarakat untuk saling memiliki, membantu, menghormati dan menjaga satu sama lain.
Ketika ada masyarakat yang mengalami kesulitan, maka yang lain harus hadir memberikan bantuan. Ketika ada keluarga yang berduka, masyarakat ikut merasakan. Sementara ketika terjadi perbedaan, penyelesaiannya harus mengedepankan musyawarah, kekeluargaan dan kebijaksanaan.
“Persaudaraan adalah kekuatan kita. Kedamaian adalah modal pembangunan kita,” tegasnya.
Thaher mengingatkan bahwa pembangunan daerah tidak akan berjalan maksimal apabila masyarakat terus berada dalam perselisihan.
Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, pemuda, perempuan hingga pemerintah untuk bersama-sama menjaga persatuan dan kedamaian di Tanah Kei.
Berbeda Pilihan, Jangan Putus Persaudaraan
Pesan lain yang mendapat perhatian dalam sambutan tersebut adalah pentingnya menjaga persaudaraan meskipun masyarakat memiliki pilihan dan pandangan yang berbeda.
Bupati mengingatkan agar perbedaan kepentingan, pilihan maupun pendapat tidak menjadi alasan untuk memutus hubungan kekeluargaan.
“Kita boleh berbeda pilihan, tetapi jangan sampai berbeda dalam persaudaraan. Kita boleh berbeda pendapat, tetapi jangan sampai kehilangan rasa hormat,” ujarnya.
Menurutnya, masyarakat Maluku Tenggara memiliki modal sosial yang kuat melalui nilai adat dan budaya yang telah diwariskan para leluhur.
Nilai tersebut harus terus dijaga agar tidak tergerus oleh perkembangan zaman.
Generasi Muda Diminta Bijak Bermedia Sosial
Di tengah perkembangan teknologi digital, Bupati juga mengingatkan masyarakat, khususnya generasi muda, agar menggunakan media sosial secara bijaksana.
Media sosial dapat menjadi sarana menyebarkan informasi dan kebaikan, tetapi juga dapat menjadi ruang munculnya fitnah, ujaran kebencian, provokasi dan informasi yang dapat memicu perpecahan.
Karena itu, orang tua, guru, tokoh agama dan seluruh komponen masyarakat diminta bersama-sama membentengi generasi muda dengan iman, ilmu dan akhlak.
“Kemajuan teknologi harus digunakan untuk menebarkan kebaikan, bukan menyebarkan kebencian,” pesannya.
Ia mengajak generasi muda memanfaatkan teknologi untuk menyebarkan informasi yang benar, memberikan edukasi serta ikut membangun citra positif Maluku Tenggara.
Pembangunan Manusia Jadi Kekuatan Daerah
Lebih jauh, Bupati mengatakan bahwa pembangunan Maluku Tenggara tidak cukup hanya dilakukan melalui pembangunan infrastruktur dan fasilitas fisik.
Pembangunan manusia, menurutnya, juga harus menjadi perhatian utama. Masyarakat harus memiliki iman, ilmu, akhlak dan kepedulian sosial.
Masjid, majelis taklim, lembaga pendidikan, lembaga adat dan berbagai ruang sosial masyarakat diharapkan dapat menjadi pusat pembinaan akhlak sekaligus memperkuat persaudaraan.
“Kekuatan terbesar Maluku Tenggara bukan hanya terletak pada sumber daya alam yang kita miliki. Kekuatan terbesar kita adalah persatuan masyarakatnya,” kata Thaher.
Maulid Jadi Momentum Introspeksi
Pada bagian akhir sambutannya, Bupati mengajak masyarakat menjadikan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H sebagai momentum untuk melakukan introspeksi dan memperbaiki diri.
Masyarakat diajak untuk meneladani kejujuran Rasulullah SAW, menghadirkan kasih sayang dalam keluarga, meningkatkan kepedulian terhadap sesama serta memperkuat semangat persaudaraan dalam kehidupan bermasyarakat.
Ia berharap Maulid Nabi tahun ini dapat menjadi titik tolak menuju kehidupan yang lebih baik, dari mudah marah menjadi lebih sabar, dari saling menyalahkan menjadi saling menguatkan, serta dari perselisihan menuju perdamaian.
Thaher juga mengajak seluruh masyarakat Maluku Tenggara untuk bersama-sama merawat Ain Ni Ain, memperkuat persaudaraan, menjaga kerukunan dan memelihara kedamaian.
“Rasulullah SAW teladan kita. Ain Ni Ain perekat kita. Persaudaraan dan kedamaian adalah kekuatan Maluku Tenggara,” demikian pesan Bupati.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat iman, memperindah akhlak, mempererat persaudaraan dan memperkokoh persatuan masyarakat demi terwujudnya Maluku Tenggara yang religius, harmonis, aman, maju dan bermartabat.
Editor: Redaksi








































Komentar via Facebook