Bupati Malra: Konflik Ohoi Danar Murni Pidana, Jangan Digiring ke Isu Lain

Avatar photo

Tribun Nusantara

, 31 Maret 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Bupati Malra: Konflik Ohoi Danar Murni Pidana, Jangan Digiring ke Isu Lain

Langgur, TribunNusantara.web.id | Bupati Maluku Tenggara, Muhamad Thaher Hanubun, menegaskan bahwa konflik horizontal yang terjadi di Ohoi Danar merupakan tindak pidana murni, bukan persoalan berlatar agama atau kelompok tertentu. Karena itu, ia meminta masyarakat tidak menggiring peristiwa tersebut ke ranah yang dapat memperkeruh suasana, terlebih menjelang perayaan Paskah umat Nasrani.

Pernyataan itu disampaikan Hanubun usai menghadiri sidang paripurna DPRD Kabupaten Maluku Tenggara dalam rangka penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Kepala Daerah Tahun 2025, Selasa, 31 Maret 2026.

“Yang pertama, kita percayakan sepenuhnya kepada aparat karena ini pidana murni. Kita berharap proses hukum berjalan tanpa campur tangan pihak lain,” kata Hanubun.

Menurut dia, penanganan kasus tersebut harus diletakkan dalam koridor hukum. Ia mengingatkan agar publik tidak membangun asumsi yang dapat memperluas persoalan di luar substansi perkara. Dalam situasi yang masih sensitif, ketenangan dan kedewasaan masyarakat menjadi kunci menjaga stabilitas daerah.

Bupati juga menekankan pentingnya menahan diri, terutama karena umat Kristiani akan memasuki Tri Hari Suci: Kamis Putih, Jumat Agung, dan Paskah. Momentum keagamaan ini, kata dia, seharusnya menjadi ruang refleksi bersama untuk memperkuat toleransi dan solidaritas sosial.

“Ini momentum luar biasa bagi kita yang hidup berdampingan dengan berbagai agama. Jadi mari kita hormati,” ujarnya.

Hanubun menegaskan, konflik tersebut merupakan tindak kriminal yang dilakukan oleh individu dan tidak boleh dialihkan menjadi isu komunal. Ia juga mengingatkan agar pihak-pihak dari luar daerah tidak datang ke Danar dengan maksud memperkeruh keadaan.

“Jangan ada yang memanfaatkan situasi. Kita semua ingin daerah ini tetap aman,” katanya.

Ia mengungkapkan, masih ada satu orang yang menjadi fokus pencarian aparat kepolisian. Bupati meminta masyarakat yang mengetahui keberadaannya untuk segera melapor kepada pihak berwenang, sembari tetap menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah.

“Kalau melawan, maka dipertanyakan kekuatan dan kebersamaan kita. Setiap peristiwa pasti ada korban, baik duka maupun harta, itu harus kita renungkan bersama,” ujar Hanubun.

Di tengah derasnya arus informasi di media sosial, Bupati juga mengingatkan warga agar tidak menyebarkan opini yang provokatif atau memperuncing keadaan. Ia berharap ruang digital digunakan untuk menyebarkan pesan damai dan mempererat persaudaraan.

“Pesan terakhir saya, mari kita menyatukan, bukan memecah belah masyarakat. Semua harus berpikir tenang dan bijak,” tutupnya.

Di wilayah kepulauan yang selama ini dikenal menjunjung tinggi nilai adat dan kebersamaan itu, peristiwa di Ohoi Danar menjadi ujian bagi kedewasaan kolektif warganya: apakah hukum dibiarkan bekerja, atau emosi kembali mengambil alih.