Bupati Maluku Tenggara Klaim Respons Cepat Bencana, Bantuan Baru Disalurkan Mei

Avatar photo

Tribun Nusantara

, 04 Mei 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Bupati Maluku Tenggara Klaim Respons Cepat Bencana, Bantuan Baru Disalurkan Mei

Bupati Maluku Tenggara Klaim Respons Cepat Bencana, Bantuan Baru Disalurkan Mei

Maluku Tenggara, Tribunnusanata-web.id Bupati Drs HI Muhamad Thaher Hanubun menyatakan komitmen pemerintah daerah dalam menangani dampak bencana di Kecamatan Kei Besar Selatan Barat.              

Namun, data menunjukkan adanya jeda waktu cukup panjang antara kejadian dan penyaluran bantuan.04/05/2026

Bencana akibat hujan berintensitas tinggi, angin kencang, dan gelombang pasang dilaporkan terjadi pada 21 Januari 2026, berdampak pada sejumlah ohoi seperti Weduar Feer, Watkidat, Rahangiar, Feer, Ngafan, Sungai, dan Hako.

Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) disebut telah melakukan langkah penanganan awal.

Meski demikian, penyaluran bantuan kepada warga terdampak baru dijadwalkan berlangsung pada 4 Mei 2026 di Ohoi Ngavan. Artinya, terdapat selang waktu lebih dari tiga bulan sejak bencana terjadi hingga bantuan resmi disalurkan.

Pihak pemerintah daerah menyebut keterlambatan ini tidak lepas dari proses verifikasi data, koordinasi lintas instansi, serta keterbatasan logistik dan akses wilayah.            

Namun, hingga kini belum ada penjelasan rinci terkait langkah-langkah darurat yang dilakukan selama masa tunggu tersebut.

Di sisi lain, Bupati diketahui tengah berada di luar daerah saat penyaluran bantuan berlangsung. Pemerintah menyatakan bahwa arahan tetap diberikan secara langsung untuk memastikan distribusi berjalan tepat sasaran.

Situasi ini memunculkan pertanyaan publik terkait kecepatan respons dan efektivitas penanganan bencana di daerah rawan seperti Maluku Tenggara. Transparansi mengenai alur penanganan, penggunaan anggaran, serta kondisi riil warga terdampak menjadi krusial untuk memastikan akuntabilitas pemerintah daerah.

Penyaluran bantuan yang dilakukan pada Mei menjadi langkah penting, namun sorotan terhadap jeda waktu penanganan menunjukkan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap sistem respons bencana di daerah tersebut.

"Elang Kei"