Bupati Maluku Tenggara Turun ke Pantai Senggigi, Pemerintah Daerah Diingatkan Jangan Hanya Bicara Lingkungan di Atas Mimbar
Bupati Maluku Tenggara Turun ke Pantai Senggigi, Pemerintah Daerah Diingatkan Jangan Hanya Bicara Lingkungan di Atas Mimbar
LOMBOK, NTB Tribunnusantara-web.id — Persoalan sampah dan kerusakan lingkungan pesisir kini tidak lagi bisa ditutupi dengan pidato seremonial dan slogan pemerintah semata. Di tengah meningkatnya ancaman pencemaran kawasan wisata dan tekanan ekonomi masyarakat pesisir, para kepala daerah di kawasan timur Indonesia akhirnya turun langsung ke lapangan dalam Gerakan Bersih Pantai di Pantai Senggigi, Selasa (19/5/2026).
Salah satu yang ikut terlibat langsung adalah Bupati Maluku Tenggara Muhamad Thaher Hanubun yang hadir bersama Wakil Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia serta sejumlah kepala daerah dari Maluku, Maluku Utara, Nusa Tenggara Timur, dan Nusa Tenggara Barat.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari agenda nasional pemerintah pusat dalam mendorong daerah lebih serius menangani persoalan lingkungan yang selama ini terus menjadi ancaman nyata bagi kawasan pesisir dan pariwisata Indonesia Timur.
Tak sendiri, Muhamad Thaher Hanubun hadir bersama Ketua DPRD Maluku Tenggara Stepanus Layanan, Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Rasyid, serta sejumlah pimpinan OPD terkait.
Turut hadir pula Ketua DPRD Kota Tual Aisyah Borut dan Ketua DPRD Maluku Benhur George Watubun bersama jajaran gubernur, wali kota, bupati, hingga unsur Forkopimda dari berbagai daerah di Indonesia Timur.
Dalam kegiatan itu, para pejabat terlihat memungut sampah di sepanjang garis pantai Senggigi. Aksi tersebut mengirim pesan kuat bahwa persoalan lingkungan tidak bisa lagi dianggap isu sampingan, sementara kondisi pesisir di banyak daerah terus mengalami pencemaran dan penurunan kualitas lingkungan akibat lemahnya pengelolaan sampah.
Wakil Menteri Dalam Negeri dalam arahannya menegaskan bahwa kebersihan lingkungan harus menjadi budaya pemerintahan dan masyarakat. Pemerintah daerah diminta tidak hanya sibuk berbicara soal pembangunan, tetapi juga memastikan kawasan pesisir tetap bersih dan layak menjadi penopang ekonomi rakyat.
Pernyataan itu menjadi tamparan tersendiri bagi banyak daerah yang selama ini masih lemah dalam pengelolaan sampah dan perlindungan kawasan wisata pesisir. Padahal sektor pariwisata, perikanan, dan ekonomi masyarakat kecil sangat bergantung pada kondisi lingkungan yang sehat dan bersih.
Gerakan Bersih Pantai juga dikaitkan dengan upaya pengendalian inflasi daerah. Pemerintah menilai kerusakan lingkungan dapat berdampak langsung terhadap sektor ekonomi masyarakat, terutama di wilayah kepulauan yang menggantungkan hidup dari hasil laut dan aktivitas wisata.
Partisipasi aktif Muhamad Thaher Hanubun dalam kegiatan tersebut dinilai menjadi bentuk dukungan terhadap gerakan nasional menjaga lingkungan sekaligus memperkuat kesadaran bahwa ancaman terbesar bagi daerah pesisir bukan hanya soal ekonomi, tetapi juga rusaknya alam akibat kelalaian manusia sendiri.
Di tengah perubahan iklim dan meningkatnya pencemaran laut di Indonesia Timur, aksi di Pantai Senggigi menjadi pengingat bahwa menjaga lingkungan bukan lagi pilihan, melainkan kewajiban yang menentukan masa depan daerah dan generasi berikutnya.
Pemburu








































Komentar via Facebook