BUPATI MBD SERAHKAN 202 SK PNS FORMASI 2024: “JANGAN CARI MUKA, TAPI CARILAH PRESTASI”

Avatar photo

Tribun Nusantara

, 07 September 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

BUPATI MBD SERAHKAN 202 SK PNS FORMASI 2024: “JANGAN CARI MUKA, TAPI CARILAH PRESTASI”

TIAKUR - MALUKU BARAT DAYA- TRIBUN NS/  Bupati Maluku Barat Daya (MBD) menyerahkan Surat Keputusan (SK) pengangkatan Pegawai Negeri Sipil (PNS) Formasi Tahun Anggaran 2024 kepada 202 orang PNS dalam Apel Gabungan Aparatur Sipil Negara (ASN) Lingkup Pemerintah Kabupaten Maluku Barat Daya, Senin (7/9/2026).

Penyerahan SK tersebut berlangsung dalam apel gabungan yang digelar di halaman Kantor Bupati MBD dan diikuti para ASN dari berbagai wilayah penempatan.

Dari total 202 PNS yang menerima SK, sebanyak 165 orang hadir secara langsung di halaman Kantor Bupati MBD. Sementara 37 orang lainnya mengikuti apel secara virtual melalui Zoom karena sedang melaksanakan tugas di wilayah kecamatan.

Proses penyerahan SK juga dilakukan secara virtual bagi ASN yang saat ini berada di wilayah kecamatan dan tidak dapat hadir secara langsung di pusat pemerintahan kabupaten.

Dalam arahannya, Bupati MBD menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh ASN yang telah menerima SK setelah menyelesaikan proses pengangkatan serta melaksanakan sumpah/janji sebagai PNS.

Namun, Bupati mengingatkan bahwa menjadi seorang ASN bukan semata-mata tentang memperoleh status sebagai pegawai negeri maupun mendapatkan kepastian pekerjaan.

Lebih dari itu, status sebagai ASN merupakan amanah sekaligus tanggung jawab untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Bupati meminta para PNS yang baru menerima SK agar sejak awal membangun komitmen untuk bekerja secara jujur, disiplin, profesional dan bertanggung jawab.

«“Kerja lurus, laksanakan tugas. Jangan mencari muka, tetapi carilah prestasi,” tegas Bupati.»

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten MBD terus melakukan pembenahan terhadap sistem penilaian kinerja ASN. Karena itu, setiap aparatur dituntut untuk mampu menunjukkan kinerja nyata dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab yang diberikan.

Bupati menekankan pentingnya dedikasi, loyalitas, disiplin, integritas dan prestasi sebagai bagian dari karakter yang harus dimiliki setiap ASN.

Ia juga mengingatkan para ASN yang baru diangkat agar tidak mudah terpengaruh oleh kebiasaan buruk yang mungkin berkembang di lingkungan kerja.

Menurut Bupati, pengalaman ASN senior seharusnya menjadi teladan dan sumber pembelajaran bagi ASN yang lebih muda. Sebaliknya, ASN senior memiliki tanggung jawab untuk membimbing dan mengarahkan para junior agar mampu bekerja sesuai aturan dan etika kedinasan.

«“Yang senior tuntun yang junior. Kalau ada yang salah, koreksi dengan cara yang baik dan tetap menggunakan etika,” pesannya.»

-PENEMPATAN DI DESA DAN KECAMATAN BUKAN TEMPAT PEMBUANGAN

Bupati MBD juga memberikan perhatian khusus kepada ASN yang mendapatkan penempatan di wilayah kecamatan maupun perdesaan.

Ia menegaskan bahwa penempatan seorang ASN di kecamatan atau desa tidak boleh dipandang sebagai hukuman ataupun tempat pembuangan.

Setiap wilayah, kata Bupati, memiliki potensi yang dapat dikembangkan apabila dikelola dengan baik dan didukung aparatur yang memiliki semangat pengabdian.

Karena itu, ASN yang bertugas di wilayah kecamatan dan desa diminta untuk tetap menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab serta mampu memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat.

Menurutnya, ASN yang ditempatkan jauh dari pusat pemerintahan justru memiliki peran penting karena bersentuhan langsung dengan masyarakat dan menjadi bagian dari ujung tombak pelayanan pemerintah.

Bupati berharap para ASN mampu melihat setiap penempatan sebagai kesempatan untuk mengabdi, bekerja, membangun daerah dan menunjukkan prestasi, bukan sebagai sesuatu yang harus dikeluhkan.

-UTAMAKAN TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB KEDINASAN

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga mengingatkan seluruh ASN agar tidak membiarkan aktivitas di luar pekerjaan mengganggu tugas dan tanggung jawab kedinasan.

Menurutnya, seorang ASN harus mampu menempatkan pekerjaan dan pelayanan kepada masyarakat sebagai prioritas.

Disiplin waktu, disiplin dalam melaksanakan pekerjaan, serta kepatuhan terhadap aturan menjadi bagian penting dalam membangun birokrasi yang profesional.

Bupati menegaskan bahwa masyarakat membutuhkan ASN yang benar-benar hadir dan bekerja, bukan hanya sekadar memiliki status sebagai pegawai pemerintah.

Karena itu, setiap ASN diminta untuk menjaga kepercayaan yang telah diberikan negara dan masyarakat melalui jabatan yang diembannya.

-ASN DIMINTA JAGA INTEGRITAS DAN JANGAN MERASA PALING HEBAT

Bupati MBD kembali mengingatkan para PNS agar tidak menjadikan status kepegawaian sebagai alasan untuk merasa lebih tinggi dari masyarakat maupun rekan kerja lainnya.

Sebaliknya, seorang ASN harus menunjukkan sikap rendah hati, mampu bekerja sama, menghormati sesama serta tetap berpegang pada aturan dan etika.

Ia berharap 202 PNS Formasi Tahun Anggaran 2024 yang telah menerima SK dapat menjadi energi baru bagi Pemerintah Kabupaten MBD dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik dan mendukung pembangunan daerah.

Para ASN juga diminta untuk terus meningkatkan kompetensi, bekerja secara profesional dan memberikan kontribusi nyata sesuai bidang tugas masing-masing.

Di akhir arahannya, Bupati mengajak seluruh ASN untuk bekerja sungguh-sungguh, menjaga integritas, meningkatkan disiplin dan tidak menjadikan jabatan sebagai tempat untuk mencari kepentingan pribadi.

«“Kerja baik-baik. Jadilah pegawai yang setia dan laksanakan tugas tanpa merasa paling hebat,” pungkas Bupati.»

Penyerahan 202 SK PNS Formasi Tahun Anggaran 2024 tersebut diharapkan menjadi momentum bagi para ASN untuk memulai pengabdian dengan semangat baru serta memberikan pelayanan yang semakin baik bagi masyarakat di seluruh wilayah Kabupaten Maluku Barat Daya.

Twitter K - T "cc"""