Bupati Thaher Soroti Ketimpangan Pembinaan Atlet: Jangan Hanya Kota, Potensi Daerah Harus Diberi Ruang
Bupati Thaher Soroti Ketimpangan Pembinaan Atlet: Jangan Hanya Kota, Potensi Daerah Harus Diberi Ruang
LANGGUR, Tribunnusantara-web.id — Bupati Maluku Tenggara (Malra), Muhamad Thaher Hanubun, mendorong agar pembinaan olahraga di Maluku tidak lagi berorientasi pada pusat-pusat perkotaan.
Menurut Thaher, daerah memiliki banyak anak muda dengan potensi olahraga yang membutuhkan kesempatan, fasilitas dan pembinaan secara berkelanjutan.
Pesan tersebut disampaikan Thaher dalam momentum Hari Olahraga Nasional (Haornas) 2026, seusai mengikuti rapat bersama di Gedung Serbaguna Larvul Ngabal, Langgur, Rabu (9/9/2026).
Thaher menilai pembangunan olahraga harus mampu menjangkau kabupaten hingga wilayah yang selama ini relatif jauh dari pusat pembinaan.
"Jangan sampai pembinaan olahraga hanya terpusat di kota. Anak-anak daerah juga punya kemampuan dan potensi yang harus diberikan ruang untuk berkembang," menjadi pokok pesan yang disampaikan Thaher.
Bukan Sekadar Mencari Juara
Bagi Thaher, pembinaan olahraga tidak boleh hanya dilakukan ketika daerah akan menghadapi pertandingan.
Prosesnya harus dimulai dari pencarian bakat, pembinaan usia muda, penyediaan pelatih, kompetisi yang berkesinambungan hingga dukungan sarana dan prasarana.
Ia menilai semakin banyak kompetisi digelar di daerah, semakin besar pula peluang munculnya atlet baru.
Hal tersebut sejalan dengan arah kebijakan olahraga nasional. Permenpora Nomor 8 Tahun 2026 tentang Pembinaan dan Pengembangan Olahraga Prestasi mengatur pembinaan olahragawan muda dan elit, tenaga keolahragaan, dukungan sarana-prasarana, keselamatan penyelenggaraan kompetisi, hingga pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi olahraga. Regulasi tersebut berlaku sejak 17 April 2026.
Dengan demikian, pembinaan atlet di daerah bukan sekadar persoalan membuat pertandingan, melainkan membangun sistem yang mampu melahirkan atlet secara berkelanjutan.
Malra Mulai Bangun Jalur Pembinaan
Dorongan tersebut juga terlihat dari langkah Pemkab Maluku Tenggara dalam mengembangkan kompetisi olahraga.
Sebelumnya, Bupati Cup 2026 diarahkan menjadi ruang pencarian bibit atlet bola voli untuk dipersiapkan menuju POPMAL 2027. Turnamen tersebut diikuti puluhan tim putra dan putri, sekaligus menjadi sarana untuk menemukan pemain potensial dari daerah.
Pada Agustus 2026, Thaher juga meminta setiap cabang olahraga di Maluku Tenggara menyusun program latihan, memetakan kekuatan atlet, menetapkan target prestasi serta menghitung kebutuhan fasilitas dan anggaran sebagai persiapan menuju POPMAL 2027.
Langkah itu menunjukkan bahwa pembinaan atlet membutuhkan perencanaan sejak jauh hari, bukan hanya menjelang pertandingan.
Pemerintah Pusat dan Provinsi Diminta Beri Perhatian
Thaher berharap pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Maluku melihat potensi olahraga di kabupaten sebagai bagian penting dari pembangunan olahraga nasional.
Menurutnya, atlet berprestasi tidak hanya lahir dari kota-kota besar.
Daerah kepulauan seperti Maluku Tenggara juga memiliki anak-anak muda yang bisa bersaing apabila memperoleh akses pembinaan yang memadai.
Karena itu, pemerataan fasilitas, pelatih, kompetisi dan kesempatan bertanding dinilai penting agar potensi tersebut tidak berhenti di tingkat lokal.
Secara regulasi, pembinaan olahraga prestasi di daerah memang telah memiliki kerangka khusus. Permenpora Nomor 11 Tahun 2024 sebelumnya mengatur sentra pembinaan olahraga prestasi di daerah, meskipun sebagian ketentuannya kemudian dicabut setelah hadirnya Permenpora Nomor 8 Tahun 2026.
"Jangan Sampai Bibit Berbakat Hilang"
Thaher ingin momentum Haornas tidak berhenti pada kegiatan seremonial.
Menurutnya, ukuran keberhasilan pembangunan olahraga harus terlihat dari bagaimana pemerintah menemukan bibit, membina mereka secara konsisten dan memberikan kesempatan untuk naik ke level yang lebih tinggi.
Pesan itu semakin relevan dengan perkembangan olahraga Malra saat ini. Turnamen Bupati Cup, misalnya, tidak hanya diarahkan untuk menentukan pemenang, tetapi juga menjadi sarana pencarian atlet potensial dan membangun sportivitas serta persaudaraan antarmasyarakat.
Intinya, daerah jangan hanya menjadi penonton. Daerah harus menjadi tempat lahirnya atlet-atlet masa depan.
Bagi Maluku Tenggara, pemerataan pembinaan olahraga sekaligus menjadi investasi terhadap generasi muda—bukan hanya untuk mengejar medali, tetapi membentuk disiplin, mental, sportivitas dan kebanggaan membawa nama daerah.
Editor: Bruce Elang








































Komentar via Facebook