Capaian Pembangunan Kota Ambon Tahun 2025: 99% Masyarakat Sadar Tanggung Jawab Kebersihan

Avatar photo

Tribun Nusantara

, 31 Maret 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Capaian Pembangunan Kota Ambon Tahun 2025: 99% Masyarakat Sadar Tanggung Jawab Kebersihan

Ambon,Tribun-nusantara.com. Wali Kota Bodewin Wattimena dan Wakil Walikota Ambon Ely Toisutta menghadiri Penyerahan LKP Walikota Ambon Tahun Anggaran 2025 dan Pembahasan tingkat I  Terhadap  3 Ranperda Kota Ambon. Yang berlangsung di Ruang Paripurna kantor DPRD kota Ambon, Selasa (31/3/2026)

Dalam sambutannya, Bodewin Wattimena menyampaikan berbagai capaian pembangunan dalam acara Penyerahan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKP) Tahun Anggaran 2025. Dalam sambutannya, ia mengajak seluruh pihak untuk merenung dan berdoa agar diberikan kekuatan menghadapi tantangan global seperti ketidakpastian ekonomi dan perubahan iklim.

"Kita bersyukur bahwa di tengah berbagai dinamika, kita masih dapat berkumpul untuk melaksanakan kewajiban konstitusional dengan menyampaikan laporan pertanggungjawaban ini," ucapnya.

LKP yang disampaikan mengintegrasikan Peraturan Walikota Nomor 16 Tahun 2022 tentang Rencana Pembangunan Daerah Kota Ambon Tahun 2023–2026, sebagai wujud nyata amanat konstitusi berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (dengan amandemen terakhir Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2020).

Tantangan Global dan Lokal yang Dihadapi

Tahun 2025 menghadapkan Kota Ambon pada beberapa tantangan utama, di antaranya inflasi dan fluktuasi harga komoditas pangan yang mempengaruhi daya beli masyarakat. Selain itu, perubahan iklim mengharuskan upaya lebih serius dalam mitigasi bencana dan penataan ruang kota yang berkelanjutan.

Meskipun demikian, stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap terjaga dengan baik dan bahkan menjadi contoh bagi daerah lain pasca pemilu tahun 2024. Ke depannya, pembangunan tidak hanya fokus pada infrastruktur fisik, melainkan juga mengarah pada transformasi digital pemerintahan, penguatan ekonomi masyarakat, peningkatan pelayanan publik, serta pengembangan ekonomi kreatif sebagai identitas khas Kota Ambon.

17 Program Pembangunan Berbuah Hasil

Pemerintah Kota Ambon menjalankan 17 program pembangunan yang dirancang untuk menjawab kebutuhan masyarakat secara berkelanjutan, dengan beberapa capaian menonjol

-Program Sanitasi: Pengembangan jaringan air bersih di 9 lokasi, perbaikan kebocoran pipa di 5 lokasi, dan pembangunan 16 sumur bor yang berasal dari bantuan Presiden.

-Pengelolaan Sampah: Kerjasama erat dengan bank sampah, penambahan 8 unit kompresor dan 1 excavator, serta pembenahan sistem pengelolaan air limbah. Perubahan paradigma mencolok terlihat di mana 99% masyarakat kini menyadari bahwa kebersihan bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Dalam Hari Sampah Nasional, kota ini mencanangkan gerakan "Ambon Hijau dan Merah Tanpa Takut Asli" dengan kerja bakti rutin setiap minggu dan rencana penanaman pohon yang lebih masif.

-Penanggulangan Kemacetan: Upaya pembangunan transportasi publik, pemeliharaan 12 jalan utama, dan penataan ruang kota. Pemerintah juga mengharapkan dukungan masyarakat untuk pelebaran Jalan Jenderal Sudirman yang saat ini terhalang oleh hak milik tanah.

-Peningkatan Fasilitas Masyarakat: Penataan Pasar Terbukti dengan fasilitas yang lebih baik dan akses yang lebih mudah, termasuk perbaikan jalan menuju pasar dan pembangunan taman bermain anak di 29 titik.

-Pemberdayaan Ekonomi: Pemberian sertifikat kompetensi kepada 50 pengurus koperasi, pendampingan 715 pelaku usaha mikro, bantuan alat perikanan kepada 1.280 nelayan, serta pelatihan komputer bagi 24 penyandang disabilitas dan 150 orang masyarakat umum.

-Infrastruktur: Sebanyak 8.287 unit fasilitas telah selesai dibangun, dengan alokasi anggaran sebesar Rp150 miliar 79 juta untuk pengembangan ekonomi kreatif.

Kinerja dan Kerjasama Meningkat Signifikan

Selain program pembangunan, Pemerintah Kota Ambon juga mencatat berbagai capaian positif dalam kinerja dan kerjasama:

-Layanan pos Indonesia menjangkau 59% masyarakat, dengan total cakupan hingga 356.620 jiwa.

-Penerimaan kas mencapai Rp272 juta dari 321 laporan spesifikasi sumber pendapatan, dengan penanganan 335 pengaduan masyarakat dan peningkatan kerjasama dengan berbagai pihak.

-Kerjasama ekonomi diperluas dengan 17 perusahaan, ditambah dengan pengembangan kawasan mangrove dan pembangunan pintu kota yang menarik.

-Indeks pelayanan publik tercatat sebesar 4,0% dengan kepatuhan pelayanan mencapai 79,28, yang menempatkan Kota Ambon pada peringkat pertama di antara 13 daerah sejenis. Implementasi demokrasi juga berjalan terbuka dengan pelantikan jabatan pimpinan tinggi yang sesuai prosedur.

-Program penanggulangan kemiskinan memberikan bantuan pemakaman untuk 30 orang, beasiswa bagi 30 siswa SMP, serta berbagai dukungan bagi penyandang disabilitas dan pemuda.

"Semoga dengan seluruh program yang telah dilaksanakan, pembangunan daerah dapat berjalan lebih terarah, terukur, dan benar-benar memberikan manfaat bagi peningkatan kualitas hidup seluruh masyarakat Kota Ambon," pungkas Walikota Bodewin Wattimena.

(H.R)