Cetak Pemimpin Masa Depan, Wali Kota Ambon Tegaskan AMGPM Harus Jadi 'Dapur' Manusia Unggul

Avatar photo

Tribun Nusantara

, 01 Oktober 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Cetak Pemimpin Masa Depan, Wali Kota Ambon Tegaskan AMGPM Harus Jadi 'Dapur' Manusia Unggul

AMBON,Tribun-nusantara.web.id. Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, secara resmi membuka Pendidikan Kader Jenjang Lanjutan (PKJL) Angkatan Muda Gereja Protestan Maluku (AMGPM) Daerah Kota Ambon. Kegiatan yang menjadi fase pengkaderan tertinggi dalam organisasi tersebut berlangsung di Aula Balai Diklat Pertanian Provinsi Maluku pada Kamis (1/10/2026).

Acara ini turut dihadiri oleh jajaran Pengurus Besar AMGPM, Ketua Klasis GPM Pulau Ambon, Sekretaris Daerah Kota Ambon, serta seluruh panitia dan peserta PKJL dari wilayah Kota Ambon.

Dalam sambutannya yang bernada tegas dan penuh motivasi, Bodewin Wattimena menekankan bahwa PKJL bukan sekadar formalitas organisasi. Fase ini merupakan instrumen krusial dalam membentuk karakter pemuda yang matang secara intelektual, kokoh dalam spiritualitas, dan siap memimpin di berbagai sektor.

"Pendidikan kader ini adalah hal vital. Tahapan ini didesain untuk membentuk pribadi kader AMGPM agar tidak hanya paham organisasi, tetapi mengalami peningkatan kualitas iman, spiritual, dan intelektual. Sebagai jenjang tertinggi setelah dasar dan menengah, lulusan PKJL harus menjadi kader yang siap menjadi pemimpin masa depan di gereja, masyarakat, bangsa, dan negara," ujar Wattimena secara lugas.

Menjadi 'Dapur' Manusia Unggul

Wattimena juga memberikan apresiasi mendalam terhadap kontribusi nyata AMGPM selama ini. Ia menganalogikan organisasi kepemudaan gereja tersebut sebagai sebuah "dapur" yang bertugas memproduksi manusia-manusia berkualitas tinggi. Kontribusi ini, menurutnya, sudah sangat dirasakan manfaatnya oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon.

"Saya selalu katakan, AMGPM harus mampu menghasilkan kader-kader yang membanggakan gereja. AMGPM adalah dapur yang memproduksi manusia unggul. Dampaknya sangat terasa di Pemkot Ambon, di mana banyak kader AMGPM hari ini menduduki jabatan-jabatan penting dan strategis. Ke depan, kita butuh lebih banyak lagi kader yang mengisi posisi-posisi tersebut," tegasnya.

Melalui PKJL 2026 yang mengusung tema pembentukan kader transformatif, berakar dalam iman, bertumbuh dalam intelektual, dan berdampak bagi dunia, Wali Kota mengajak peserta untuk menumbuhkan jiwa kepemimpinan yang adaptif.

"Kita hari ini butuh pemimpin yang transformatif—pemimpin yang mampu berpikir maju, mau berubah, dan konsisten memperbaiki diri. Pemimpin seperti ini yang akan membawa organisasi menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman, sekaligus menjadi teladan yang baik bagi orang-orang yang dipimpinnya," tambahnya.

Tiga Pilar Utama: Iman, Intelektual, dan Kepedulian Sosial

Lebih lanjut, Wattimena membedah tiga indikator utama yang wajib dimiliki oleh setiap peserta PKJL pasca-pelatihan:

-Pondasi Iman yang Kuat: Menyandarkan diri sebagai warga gereja yang konsisten membawa dan menyebarkan misi pelayanan.

-Wawasan Intelektual yang Luas: Mampu berpikir makro, tahu kapan harus bergerak untuk organisasi, dan kapan harus mengabdi demi kepentingan masyarakat, bangsa, dan negara.

-Kepedulian Sosial yang Nyata: Peka terhadap situasi dan kondisi lingkungan sekitar. Wattimena menegaskan, kecerdasan intelektual dan iman akan menjadi percuma jika tidak diwujudkan dalam perilaku nyata sehari-hari.

Di akhir sambutannya, Wali Kota Ambon mengingatkan para peserta untuk menyerap seluruh materi dengan serius karena para narasumber yang dihadirkan merupakan para ahli di bidangnya. Ia berharap proses ini melahirkan sinergi yang makin solid antara Pemkot Ambon dan seluruh tingkatan kepengurusan AMGPM demi membangun kualitas sumber daya manusia di Kota Ambon.

"Ikuti semua proses ini dengan baik. Dengarkan dari para ahlinya agar kita tidak setengah-setengah dalam memahami sesuatu. Pemkot Ambon berharap sinergi ini terus berjalan dari Pengurus Besar hingga ke ranting-ranting demi kemajuan kota ini," pungkasnya.

(H.R)