Cipayung Plus Geruduk DPRK Fakfak, 10 Tuntutan Menggema dari Jalanan ke Ruang Sidang
koalisi organisasi kepemudaan IMM, KAMMI, HMI, GMNI, dan PMII | Foto Istimewah
Fakfak, TribunNusantara.web.id | Suasana depan kantor Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Fakfak, Kamis (4/9), mendadak riuh oleh teriakan puluhan pemuda dan mahasiswa.
Mereka yang tergabung dalam Cipayung Plus—koalisi organisasi kepemudaan IMM, KAMMI, HMI, GMNI, dan PMII—turun ke jalan membawa sepuluh tuntutan yang mereka sebut sebagai suara hati rakyat Fakfak.
Poster dan pamflet bertuliskan “Sahkan RUU Perampasan Aset” serta “Evaluasi Kinerja Anggota DPR” berkibar di tangan massa. Orasi bergema, menggaungkan isu-isu nasional hingga persoalan lokal yang selama ini dinilai terabaikan.
“Gaji guru naikkan, bukan gaji dewan!” seru salah seorang orator, disambut pekik lantang rekan-rekannya.
Sepuluh poin tuntutan itu mencakup isu besar: pengesahan RUU Perampasan Aset, penolakan kenaikan gaji DPR RI, reformasi Polri, hingga tuntutan konkret bagi daerah—mulai dari penuntasan kasus penyalahgunaan dana ADIK, penataan pedagang korban kebakaran Pasar Thumburuni 2019, pendidikan gratis yang belum sepenuhnya berjalan, hingga puskesmas rawat inap yang terbengkalai karena kerusakan fasilitas dan sengketa tanah.
Tak hanya itu, mereka juga menuntut agar Cipayung Plus diberi ruang hadir dalam sidang paripurna DPRK, bahkan mendorong pembentukan satuan tugas bersama untuk mengawal kebijakan daerah.
Setelah berorasi di halaman gedung, massa dipersilakan masuk menemui pimpinan DPRK. Dua pucuk pimpinan dewan, Wakil Ketua I Sitti Rahma Hegemur dan Wakil Ketua II Abdul Rahman, menerima langsung para demonstran. Sitti Rahma menegaskan pihaknya akan menindaklanjuti aspirasi yang disampaikan.
“Semua tuntutan ini kami terima, dan akan dibicarakan di internal DPRK,” katanya singkat usai menerima berkas tuntutan mahasiswa.
Aksi yang berlangsung sekitar dua jam itu berjalan aman dan tertib. Aparat gabungan TNI dan Polres Fakfak mengawal ketat jalannya aksi, sementara para demonstran membubarkan diri usai menyampaikan aspirasi mereka di ruang rapat dewan.
Bagi Cipayung Plus, aksi ini bukan sekadar unjuk rasa, melainkan pesan tegas bahwa suara rakyat Fakfak tak boleh lagi diabaikan.
Writter : Den








































Komentar via Facebook