Dana Hibah Haji Rp1 Miliar Dipertanyakan, Pemuda Muslim Mimika: Jangan Jadikan Uang Umat Sebagai Bancakan!
Dana Hibah Haji Rp1 Miliar Dipertanyakan, Pemuda Muslim Mimika: Jangan Jadikan Uang Umat Sebagai Bancakan!
TIMIKA Tribunnusantara-web.id – Gelombang kritik terhadap Panitia Penyelenggara Ibadah Haji Daerah (PPIHD) Kabupaten Mimika semakin menguat. Persekutuan Pemuda Muslim Kabupaten Mimika secara terbuka mempertanyakan penggunaan dana hibah sebesar Rp1 miliar yang telah dikucurkan Pemerintah Kabupaten Mimika untuk mendukung pelayanan jemaah haji tahun 2026.
Mereka menilai hingga saat ini tidak ada penjelasan yang transparan kepada publik mengenai penggunaan anggaran tersebut. Padahal dana yang bersumber dari APBD itu diperuntukkan bagi kepentingan jemaah haji, bukan untuk kepentingan segelintir orang.
"Kami ingin tahu uang Rp1 miliar itu digunakan untuk apa. Jangan sampai dana yang seharusnya membantu jemaah haji justru hilang tanpa jejak dan tanpa pertanggungjawaban yang jelas," tegas salah satu tokoh pemuda Muslim Mimika.
Kekecewaan semakin memuncak setelah muncul informasi bahwa tiga calon jemaah haji asal Mimika gagal berangkat pada musim haji tahun ini. Bahkan satu di antaranya dikabarkan meninggal dunia saat menjalani perawatan di Arab Saudi sebelum sempat menunaikan ibadah haji.
Bagi kalangan pemuda Muslim, peristiwa tersebut menjadi alarm keras yang tidak boleh dianggap sepele. Mereka mempertanyakan sejauh mana peran dan tanggung jawab PPIHD dalam memastikan pelayanan dan pendampingan terhadap jemaah haji asal Mimika.
Tak hanya itu, mereka juga menyoroti dugaan minimnya koordinasi antara PPIHD dengan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Mimika. Padahal lembaga tersebut merupakan institusi yang memiliki tugas dan kewenangan dalam urusan penyelenggaraan ibadah haji.09/06/2026
"Kenapa Kementerian Agama tidak dilibatkan secara maksimal? Ada apa sebenarnya dalam pengelolaan haji daerah ini? Jangan sampai ada pihak yang merasa paling berwenang mengelola anggaran tanpa pengawasan yang memadai," ujar sumber di kalangan pemuda Muslim.
Persekutuan Pemuda Muslim Mimika kini mendesak aparat penegak hukum untuk turun tangan melakukan audit menyeluruh terhadap penggunaan dana hibah Rp1 miliar tersebut. Mereka meminta polisi, kejaksaan, hingga lembaga pengawas keuangan membongkar secara terang-benderang aliran dana yang telah diberikan Pemda Mimika kepada PPIHD.
"Ini uang rakyat. Ini uang umat. Setiap rupiah harus bisa dipertanggungjawabkan. Jika tidak ada masalah, buka laporan penggunaan anggarannya ke publik. Tetapi jika ada penyimpangan, siapa pun yang terlibat harus diproses hukum tanpa pandang bulu," tegas mereka.
Pemuda Muslim juga mengingatkan agar penyelenggaraan ibadah haji tidak dijadikan ladang kepentingan pribadi maupun kelompok tertentu. Sebab haji adalah ibadah suci yang menyangkut kepercayaan umat dan penggunaan uang negara.
Hingga berita ini ditulis, pihak PPIHD Kabupaten Mimika belum memberikan penjelasan resmi terkait penggunaan dana hibah Rp1 miliar maupun berbagai pertanyaan yang berkembang di tengah masyarakat.
"Jangan biarkan dana haji tersimpan di balik meja dan laporan yang tak pernah dibuka. Umat berhak tahu ke mana uang Rp1 miliar itu mengalir."
Editor Bruce Elang








































Komentar via Facebook