Danar Membara! Dua Perwira Polisi dan Tiga Warga Terkena Panah, Tiga Rumah Hangus dalam Bentrok Pemuda

Avatar photo

Tribun Nusantara

, 27 Maret 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Danar Membara! Dua Perwira Polisi dan Tiga Warga Terkena Panah, Tiga Rumah Hangus dalam Bentrok Pemuda

Langgur, TribunNusantara.web.id | Desa Danar Ternate, Kecamatan Kei Kecil Timur Selatan, Kabupaten Maluku Tenggara, kembali bergolak. Bentrok atau tawuran antar pemuda dari Kompleks Danar Ternate dan Kompleks Ohoitom pecah sejak Jumat malam, 26 Maret 2026, hingga menjelang pagi. Dua perwira polisi dan tiga warga sipil terkena panah wayer. Tiga rumah warga hangus terbakar, empat lainnya rusak berat.

Kericuhan bermula sekitar pukul 22.00 WIT. Marsel Ohoitenan seorang remaja, melintas dengan sepeda motor berkecepatan tinggi di depan rumah Alandi Muinsaleh alias Sangaji yang sedang duduk bersama tiga rekannya: Haruna Wangsi, Handre Matdoan, dan Raya Wear. Aksi itu sempat tak dihiraukan.

Namun, suasana memanas ketika sekelompok remaja di depan Masjid Al-Mathar melontarkan makian dan melempar ke arah Alandi dari arah Ohoi Danar Sare. Situasi kian tegang setelah istri Alandi, Asri Oda, mengaku kembali menerima makian saat berpapasan dengan Marcel di depan rumahnya.

Merasa tidak terima, Asri mendatangi rumah Marcel untuk meminta klarifikasi. Ia bahkan sempat melaporkan persoalan tersebut kepada Kepala Desa Danar Ternate. Bukannya mereda, bara justru membesar.

Sekitar pukul 23.05 WIT, Alandi bersama tiga rekannya melakukan aksi balasan dengan melempar ke arah kelompok remaja di depan masjid. Setengah jam kemudian, massa dari kedua kompleks mulai terkonsentrasi. Aksi saling lempar batu tak terhindarkan.

Kapolsek Kei Kecil Timur bersama personel piket tiba di lokasi pukul 00.20 WIT dan sempat membubarkan massa. Tak lama, jajaran pimpinan Polres Maluku Tenggara, termasuk Wakapolres, Kabagops, Kasat Intelkam, dan Kasat Reskrim, turun langsung ke lokasi bersama satu regu Dalmas. Pukul 00.40 WIT, situasi dinyatakan kondusif.

Namun ketenangan itu hanya sementara.

Pukul 02.00 WIT, bentrok kembali pecah. Massa dari Kompleks Ohoitom diduga melempar rumah warga Kompleks Danar Ternate. Aksi itu memicu serangan balasan. Tawuran berubah brutal. Batu dan panah wayer kembali melayang.

Dalam upaya melerai, aparat justru menjadi sasaran. Dua perwira polisi terkena panah. Mereka adalah Kompol Dju fri Jawa yang mengalami luka panah di lengan kanan dan AKP Barry Talabessy yang terkena panah di bagian tempurung lutut kanan.

Tiga warga sipil juga menjadi korban. Fahri Farhan Hanubun (22) mengalami luka panah di lengan kiri. Muhammad Sahlan Sedubun (17) terkena panah di dada bagian dalam. Sementara Abu Akar Rsharusun (37) mengalami luka panah di dada kiri bawah.

Pukul 02.40 WIT, aparat kembali menguasai situasi. Tetapi menjelang subuh, sekitar pukul 04.40 WIT, bentrokan susulan terjadi. Kali ini dampaknya lebih parah. Tiga rumah warga terbakar, empat rumah rusak berat, dan satu unit sepeda motor ikut dilalap api.

Kapolres Rian Suhendi turun langsung memimpin pengamanan pukul 05.30 WIT. Personel memisahkan dua kelompok massa dan menyisir titik-titik rawan. Sejam kemudian, pasukan Brimob Batalyon C Pelopor tiba untuk memperkuat pengamanan.

Hingga Jumat pagi, situasi di Desa Danar Ternate berangsur kondusif. Polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku provokasi dan pembakaran.

Bentrok ini menjadi peringatan keras bahwa konflik kecil yang tak diredam sejak awal bisa berubah menjadi bencana besar. Aparat mengimbau masyarakat menahan diri dan tidak mudah terprovokasi demi menjaga keamanan bersama.